Magetan (beritajatim.com) – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Gatut Bayuadji menyatakan estimasi anggaran penanganan longsor di kawasan Telaga Sarangan masih menunggu hasil desain teknis. Kepastian nilai proyek perbaikan permanen ini baru akan diketahui setelah seluruh tahapan kajian geologi dan struktur rampung dilakukan.
Pihak BBWS saat ini tengah melakukan pendalaman teknis secara menyeluruh untuk memetakan kondisi tanah di jalur wisata andalan Kabupaten Magetan tersebut. Gatut menjelaskan bahwa rencana pengeboran geologi dijadwalkan mulai berjalan pada Maret mendatang guna mencari pijakan pondasi yang kokoh.
“Sekarang ini masih berproses untuk mendalami dulu. Bulan Maret nanti ada pengeboran untuk melihat geologinya, supaya kita tahu pondasi terdalam yang keras untuk pijakan agar lebih kuat,” ujarnya usai meninjau lokasi, Kamis (26/2/2026).
Setelah proses pengeboran selesai, tim ahli membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk melakukan analisis data lapangan secara mendalam. Tahap selanjutnya adalah penyusunan desain teknis yang ditargetkan bisa diselesaikan sepenuhnya dalam waktu satu bulan.
Terkait besaran dana yang dibutuhkan, Gatut menegaskan bahwa nominal pasti belum dapat diputuskan sebelum dokumen desain resmi ditandatangani. Namun, ia memberikan gambaran bahwa kebutuhan anggaran diprediksi tidak terlalu besar karena area penanganan hanya mencakup panjang sekitar 70 meter.
“Kalau estimasi anggaran berapa, kita tunggu dari desainer. Tidak terlalu banyak, karena yang ditangani hanya sekitar 70 meter,” jelas Gatut saat memberikan keterangan kepada awak media.
Rencana perbaikan infrastruktur ini sebenarnya telah dilaporkan ke pemerintah pusat sejak Januari lalu dan telah mendapatkan respons positif untuk segera ditindaklanjuti. BBWS kini tengah menunggu finalisasi desain serta kelengkapan dokumen lingkungan berupa SPPL dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) daerah setempat.
Berdasarkan analisis awal, kerusakan di titik tersebut dipicu oleh kondisi tebing yang curam dan beban lalu lintas yang terus meningkat. Selain faktor usia konstruksi lama yang masih berupa pasangan batu, terdapat pula dugaan rembesan air akibat kebocoran pipa PDAM di sekitar lokasi.
BBWS Bengawan Solo memastikan bahwa penanganan kali ini akan bersifat permanen dengan mengedepankan aspek keamanan jangka panjang bagi pengguna jalan. Dengan desain yang matang, struktur bangunan diharapkan mampu menahan beban tanah secara optimal meskipun dalam kondisi cuaca ekstrem. [fiq/beq]






