Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjabat Bupati (Pj Bupati) Bojonegoro Andriyanto sudah memberi atensi kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat Pemkab Bojonegoro agar bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Namun, ia belum berencana untuk melakukan rotasi pejabat meski pihaknya telah menerima aduan adanya dugaan ASN yang memberikan dukungan kepada salah satu peserta pemilu. Laporan tersebut, menurutnya, masih akan dikaji kebenarannya oleh satgas pemilu yang akan dibentuk bersama Bawaslu.
“Soal rotasi pejabat, itu nanti dulu lah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Direktur Transfer Dana Umum Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan itu, Sabtu (16/12/2023).
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Sukur Priyanto juga telah menerima bukti adanya ASN yang memiliki jabatan strategis di jajaran Pemkab Bojonegoro ditengarai melakukan penggalangan suara untuk salah satu caleg dari partai tertentu.
“Mestinya ASN harus netral. ASN itu kan pelayan masyarakat, harus netral dong, jangan galang dukungan bagi salah satu calon peserta Pemilu,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pj Bupati Bojonegoro untuk melakukan rotasi kepada ASN untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan dan marwah demokrasi.
Selain itu, politisi Partai Demokrat tersebut mengaku tak segan untuk melaporkan ke Komisi ASN apabila ke depan masih mendengar pegawai negeri di lingkup Pemkab Bojonegoro masih melakukan penggalangan dukungan bagi salah satu peserta Pemilu 2024. [lus/but]






