Jember (beritajatim.com) – Politisi Gerindra Muhammad Fawait menargetkan kemenangan mutlak dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini. Bersama bakal calon wakil bupati Djoko Susanto, dia didukung 15 partai politik parlemen dan nonparlemen.
“Target kami menang atau menang mutlak,” kata Fawait, usai mendaftarkan diri di kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, di Jalan Kalimantan, Rabu (28/8/2024).
Ada 15 partai yang berkoalisi mendukung Fawait-Djoko yakni Partai Gerindra, PKB, Golkar, Nasdem, PKS, PAN, PPP, Demokrat, Partai Buruh, Partai Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, dan PSI.
Fawait percaya, 15 partai pendukungnya akan tetap solid memenangi pilkada Jember. “Sampai sekarang solid-solid saja, bahkan makin solid. Baik-baik saja dan bahagia semuanya. Bahkan semua hadir tanpa terkecuali. Semua hadir, 15 partai politik, dan itu kebanggaan bagi saya dan Pak Djoko,” katanya.
Bagaimana strategi menghadapi pasangan calon petahana Hendy Siswanto-Firjaun Barlaman yang didukung PDI Perjuangan? “Saya pikir biasa-biasa saja. Saya pikir petahana dan nonpetahana sama,” kata Fawait.
Fawait yakin mayoritas pemilih di Kabupaten Jember akan dimenanginya. “Saya pikir semua ceruk daerah paling banyak ke kita, karena terbukti (didukung) 15 partai. Jangan lupa, partai adalah suara rakyat. Partai adalah pilar demokrasi. Partai adalah kepanjangan tangan rakyat Kabupaten Jember, rakyat Indonesia. Maka dengan 15 partai ini, kami yakin insyaallah Jember baru, Jember lebih baik,” katanya.
Fawait akan menebarkan cinta dalam pilkada. “Saya dan Pak Djoko berkomitmen untuk berkampanye riang gembira. Karena ini pesta demokrasi, harus bahagia, harus happy-happy, dan kawan-kawan jangan lupa makan siang,” katanya. [wir]







3 Komentar
Makan siang gratis paling2 nasi jinggo,,,, buat kawan2 jurnalus sy sarankan jgn mudah terpancing dgn iming2,,,, jadilah jurnalis profesiinal & gunakan Akal Sehat
Manusia tidak boleh takabur. Menang dan kalah adalah hal yg biasa, namun strategi menuju kemenangan adl kunci utama pertarungan. Banyaknya dukungan belum tentu memenangkan pertandingan. Justru dg banyaknya dukungan akan semakin banyak jg kepentingan masing2 pendukung. Hal ini menciptakan pertikaian intern sdri.
Terlalu sombong emang yg milih partai…pilkada pilihan rakyat bukan pilihan partai,…Rakyat sudah cerdas mana yg kerja nyata dan mana yg hanya omon2 janji