Lamongan (beritajatim.com) – Markaz Tanjung Kodok Lamongan menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan rukyatul hilal di Indonesia. Tempat ini kerap menjadi rujukan masyarakat dari berbagai daerah, seperti saat dilakukannya rukyatul hilal penentuan awal Ramadhan 1444 H kali ini, Rabu (22/3/2023).
Tampak masyarakat pemburu hilal dari Pasuruan, Jombang, Kediri, dan lainnya hadir di Markaz Tanjung Kodok. Tak hanya itu, sejumlah santri dari pondok pesantren dan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama pun ikut datang. Mereka sangat antusias mengikuti pelaksanaan rukyatul hilal ini.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan lokasi itu menjadi tempat edukasi. Selain itu, dia juga menyebut, Markaz Tanjung Kodok bahkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tempat wisata.
“Memang selain digunakan untuk melihat rukyatul hilal, lokasi ini juga menjadi tempat edukasi bagi anak-anak muda dan mahasiswa. Tempat ini menjadi media belajar ilmu falak. Tadi juga terlihat masyarakat dari berbagai daerah dan kabupaten lain yang turut hadir di tempat ini,” ungkap Bupati Yuhronur saat ditemui di lokasi, Rabu (22/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Dikatakan Bupati Yuhronur, sebenarnya rencana pengembangan Markaz Tanjung Kodok itu sudah dilakukannya beberapa tahun lalu. Waktu itu, dirinya mengaku akan membangun menara atau semacam planetarium di lokasi tersebut. Akan tetapi, rencana ini harus terkendala refocusing anggaran lantaran Covid-19 kala itu gencar melanda Kabupaten Lamongan.
“Ke depan, tentu hal ini akan kita kembangkan dan kita perbaiki. Sesungguhnya beberapa tahun yang lalu sudah kita persiapkan untuk pengembangan tempat ini agar lebih sempurna dan lebih baik lagi. Akan tetapi karena waktu itu terkendala pandemi covid-19, maka rencana itu perlu kita reschedule,” terangnya.
Bupati Yuhronur berharap, pengembangan terhadap Markaz Tanjung Kodok sebagai lokasi rujukan nasional itu bisa segera terealisasikan. Dengan demikian, tegasnya, lokasi itu benar-benar menjadi tempat yang representatif dan wahana edukasi yang sempurna bagi masyarakat. “Kami berharap, lokasi ini bisa segera dikembangkan, sehingga menjadi tempat yang baik untuk media belajar,” harapnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Lamongan itu juga melaporkan bahwa indeks kesalehan sosial di Lamongan berada di angka 86,77 persen atau terbilang cukup tinggi.
Sehingga, meski perayaan Nyepi untuk umat Hindu dan ibadah puasa Ramadhan untuk umat Islam kali ini berjalan bersamaan, namun masyarakat Lamongan mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan baik.
“Saya kira masyarakat Lamongan sudah sangat siap dengan perbedaan dan keragaman keyakinan. Hal itu dibuktikan dengan indeks kesalehan Lamongan yang terus mengalami peningkatan. Selamat Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi umat Islam,” tuturnya.[riq/kun]






