Pamekasan (beritajatim.com) – Tagline pembangunan dari bawah, merata dan berkeadilan yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mulai menuai hasil positif.
Bahkan target 15 desa dengan status mandiri selama masa kepemimpinan Bupati Badrut Tamam, juga melampaui target sesuai dengan yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pamekasan.
Terlebih saat ini sudah terdapat sebanyak 17 desa dari 178 desa di kabupaten Pamekasan, dinyatakan sebagai desa dengan status mandiri yang merupakan salah satu bentuk komitmen Bupati Badrut Tamam pada masa kepemimpinannya.
Hal tersebut tidak lepas dari penerapan strategi program desa tematik, guna mendorong kemajuan sektor ekonomi desa melalui beragam potensi yang ada setiap desa di Pamekasan.
Tidak menutup kemungkinan, jumlah desa dengan status desa mandiri justru akan bertambah seiring dengan sisa masa jabatan yang menyisakan satu tahu kedepan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”desa-tematik”]
Terlebih saat ini, kabupaten Pamekasan sudah memiliki sejumlah desa dengan beragam potensi. Mulai dari desa wisata, desa UMKM, serta beragam potensi desa lainnya.
“Strategi pak bupati (Badrut Tamam) dalam menumbuhkan sektor perekonomian desa cukup cerdas dan jitu, salah satunya dilakukan dengan strategi penerapan program desa tematik,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan, Fathorrohman, Selasa (10/1/2023).
Dari itu, pihaknya komitmen untuk terus memberikan dukungan dalam merealisasikan berbagai program yang digagas Pemkab Pamekasan, di antaranya melalui gagasan pembangunan dari bawah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-pamekasan”]
“Kami mengawal program pak bupati melalui tagline desa cermad, yaitu cerdas dan mandiri. Salah satu strateginya melalui pelaksanaan lomba desa tematik. Targetnya, bagaimana kedepan sejumlah desa dengan beragam potensi bisa menjadi desa mandiri,” ungkapnya.
Bahkan untuk mendukung program tersebut, Pemkab Pamekasan juga memberikan bonus sebesar Rp 200 juta untuk desa yang sudah memiliki tema. Termasuk desa mandiri dengan jumlah nominal yang lebih besar, yakni sekitar Rp 500 juta per tahun.
“Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat desa-desa di Pamekasan, terus bergerak untuk memajukan desanya. Jadi kalau desanya diam, akan ditinggal oleh desa-desa yang lain,” pungkasnya. [pin/kun]






