Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendistribusikan sebanyak 830 ribu liter air secara gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan.
Pendistribusian air bersih gratis tersebut dilakukan dalam 4 (empat) bulan terakhir, terhitung sejak akhir Agustus hingga 30 November 2023 lalu.
“Rinciannya sebanyak 25 ribu liter air pada Agustus-September, 355 ribu liter edisi Oktober, serta 450 ribu liter pada November 2023 lalu,” kata Kepala Markas PMI Pamekasan, Hairul Saleh, Rabu (6/12/2023).
Pendistribusian air bersih tahun ini disebar dan diprioritaskan di lima kecamatan berbeda di Pamekasan, yakni Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan, dan Tlanakan. “Namun seiring berjalannya waktu, pendistribusian kita perluas hingga 8 kecamatan, yakni Larangan, Palengaan, dan sebagian pesantren di Pamekasan,” ungkapnya.
Baca Juga: KSR PMI Pamekasan Sosialisasikan Pentingnya Penanganan dan Pencegahan HIV AIDS
“Dari total pendistribusian air bersih gratis ini, terbanyak kita distribusikan di titik terparah kekeringan, yakni di Desa Gagan, Pademawu, serta Desa Larangan Tokol, Tlanakan, Pamekasan,” sambung pria yang tercatat sebagai Sektretaris PMI Pamekasan.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang sudah berpartisipasi bersama PMI Pamekasan, khususnya dalam mendistribusikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan.
“Apresiasi dan terima kasih ini kami ucapkan kepada PMI Pusat, PMI Jawa Timur, Alumni SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Pamekasan Tahun 95, Komunitas Brekay’s Crew, Komunitas Kawan Surga, serta Kwarcab Pramuka Pamekasan, dan beberapa pihak lainnya,” jelasnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pihaknya mengaku sangat tidak mungkin dapat membantu masyarakat tanpa respon dan partisipasi dari masyarakat secara langsung untuk membantu sesama dalam lingkup kemanusiaan.
Baca Juga: KPU Pamekasan Sosialisasikan Tahapan dan Pendidikan Pemilih Bagi Mahasiswa
“Tentu apresiasi dan terima kasih ini kami sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PMI Pusat maupun PMI Jawa Timur, yang sudah berkenan meminjamkan mobil tangki sebagai upaya kami membantu meringankan beban sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan air bersih,” pungkasnya.
Berdasar data BPBD Pamekasan, hanya terdapat 2 (dua) kecamatan dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan bebas dari kekeringan pada musim kemarau tahun ini, yakni Kecamatan Pakong, dan Kecamatan Pamekasan.
Sementara 11 kecamatan lainnya yang tersebar di sebanyak 321 dusun tersebar di 77 desa berbeda, dinyatakan terdampak kekeringan akibat musim kemarau. [pin/ted]






