Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Akhmad Muqowam hadir langsung membuka acara Musda III Partai Hanura Jatim di Leedon Hotel and Suites Surabaya, Selasa (1/7/2025).
Muqowam meminta pengurus Hanura Jatim mengevaluasi capaian sekaligus menatap Pemilu 2029. Apalagi, Hanura Jatim tak memungkiri ada penurunan kursi pada Pemilu 2024. Akumulasi perolehan Hanura DPRD Kabupaten/kota se-Jawa Timur, 27 kursi.
Jumlah itu menurun dibanding Pemilu sebelumnya yang mencapai 46 kursi.
“Musda ini jangan hanya melihat konteks peralihan kepemimpinan saja. Saya ingatkan banyak fungsi untuk Musda. Program ada, dan yang paling penting adalah konsolidasi. Ini momentum pembenahan,” tegasnya.
Dua orang tokoh yang berebut tampuk tertinggi 5 tahun ke depan di Hanura Jatim adalah Sumarzen dan KH Nur Kholis. Melalui forum Musda yang digelar dua hari sejak Selasa (1/7/2025), keduanya bertarung sebagai suksesor Yunianto ‘Masteng’ Wahyudi, Ketua DPD Hanura Jatim saat ini.
Masteng memastikan tidak mencalonkan diri lagi dalam forum Musda. Saat pembukaan forum Musda, Masteng secara terang-terangan sudah pamitan kepada seluruh DPC Hanura atau pengurus tingkat kabupaten/kota.
“Saya sengaja tidak mencalonkan, karena ditunjuk sebagai koorwil,” kata Masteng.
Masteng menjabat Ketua DPD Hanura Jatim sejak tahun 2020 lalu. Saat ini, Masteng mendapat penugasan baru sebagai Koordinator V yang membawahi Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY. Ia mengaku ingin fokus terhadap tugas yang diberikan DPP partai itu. Sehingga, jabatan Ketua Hanura Jatim akan ia tanggalkan.
Dua calon yang bertarung tersebut sudah malang melintang di Partai Hanura Jatim. Sumarzen pada Pemilu 2024 lalu merupakan Caleg DPR RI dari dapil Jatim 1, yakni Surabaya-Sidoarjo. Pun demikian dengan Gus Nur Kholis, pada Pemilu sebelumnya merupakan caleg DPR RI dapil Jatim II, yakni Pasuruan-Probolinggo.
Sebelum forum Musda, keduanya telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua dan dinyatakan lolos tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Tahapan selanjutnya, akan ditentukan oleh rekomendasi dari DPP dan dipilih oleh peserta Musda. Adapun Masteng memastikan tetap akan di Hanura dan tidak akan pindah partai.
“Saya pasti akan nyaleg di Pemilu 2029,” pungkasnya. (tok/ian)






