Mojokerto (beritajatim.com) – Ribuan peserta Komunitas Sablon Jawa Timuran (SJT) mengikuti gathering SJT ke 6 yang digelar di Bumi Perkemahan Sasana Krida, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut diharapkan pengusaha sablon manual, operator sablon, pengusaha konveksi, toko cat, toko kain dan lainnya untuk tumbuh berkembang seiring berakhirnya pandemi Covid-19.
Kegiatan ini menjadi momen kumpul-kumpul dan silahturahmi antar 1.800 peserta mulai dari pelaku sablon, konveksi, toko cat, toko kain, label alat dan pendukung. Mereka juga membuka stand yang disiapkan panitia dengan sponsor utama pabrik bahan kaos dari Bandung, Nirwana Tekstil dan toko cat dari Tulungagung, Sanjaya. SJT ke 6 yang digelar selama dua hari ini merupakan tahun ke delapan.
Ketua Panitia SJT ke 6, Tri Widiatmoko mengatakan, tema yang diusung dalam gathering SJT ke 6 yakni Create, Culture dan Grow. “Karena lokasi di Mojokerto, kita membawa spirit of Majapahit. Teman-teman UKM terutama sablon manual masih terdampak Covid-19 kemarin, dengan kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat teman-teman untuk berkembang,” ungkapnya, Minggu (3/12/2023).
Meskipun diakui masih bertahap karena banyak pengusaha industri sablon berganti profesi lantaran sepi order saat pandemi Covid-19. Dalam kegiatan tersebut diharapkan pengusaha sablon manual, operator sablon, pengusaha konveksi, toko cat, toko kain dan lainnya untuk tumbuh berkembang seiring berakhirnya pandemi Covid-19.
“Sementara untuk sponsor, memang ini menjadi agenda rutin jadi setiap event SJT, dari pabrik kain, pabrik cat selalu mendominasi untuk memberikan support acara kita. Seperti Nirwana dan Sanjaya dan masih banyak lainnya. Acara ini terselenggara karena komunitas sehingga tujuannya menumbuhkembangkan ekonomi kreatif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga sebagai wadah untuk sharing para pelaku industri sablon sehingga dengan keikutsertaan dalam komunitas SJT memberi manfaat dalam bisnis sablon tersebut. Ada sekitar 10 sponsorship mulai dari pabrik tekstil, toko cat, alat SPS dan tidak hanya dari Jawa Timur saja, namun hingga Bandung, Jawa Barat.
“Ada 1.800 peserta, bahkan kita stop untuk registrasi karena memang sangat overload, animo teman-teman sablon sangat luat biasa. Padahal berbayar, ini bukan event gratisan. Jawa Timur sesuai title tapi kenyataan dari seluruh nusantara pesertanya. Ada dari Bali, Jakarta, Bogor, Tangerang, seluruh pelosok, tidak hanya Jawa Timur. Karena memang banyak manfaatnya ikut komunitas,” ujarnya.
Dengan melihat potensi wisata di masing-masing daerah dinilai sebagai peluang usaha. Sehingga anggota komunitas SJT bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan mengandeng UMKM mendesain kaos sebagai oleh-oleh wisata. Karena menurutnya jika bicara wisata tidak lepas dari oleh-oleh.
“Begitu pariwisatanya naik, souvenirnya juga naik, kaosnya juga tumbah dan segala macam. Cat tumbuh, kain tumbuh jadi saling kolaborasi. Bisnis sablon sekarang sudah mulai naik, klien-klien sudah mulai masuk. Kenapa? Karena saat Covid-19, event nggak boleh, otomatis tidak ada kerjaan. Kaos komunitas tidak ada, sekarang sudah dibuka lagi, mulai tumbuh lagi,” urainya.
Ditambah masuknya mitra sablon digital. Karena tidak bisa dipungkiri teknologi masuk, seperti mesin printing membuat bisnis sablon terus berkembang. Tri menyebut alat seperti mesin printing dalam usaha sablon sangat menunjang sehingga pelaku usaha sablon mengikuti trend yang sedang terjadi karena alat tersebut makin canggih mempercepat produksi dan efektivitas produksi.
“Di Mojokerto banyak, 9 tahun lalu saya bentuk komunitas Dugem, Dunia Gesuters Mojopahit ada 35 pelaku usaha industri sablon yang aktif, tapi yang tidak aktif banyak dan yang tidak masuk komunitas juga makin banyak. Karena bicara sablon banyak, sablon tekstil, kertas, plastik,” tutur pelaku industri kreatif bidang sablon dan konveksi di Mojokerto, Semut Geni.
BACA JUGA:
Struktur Bata Kuno Ditemukan di Dekat Situs Kumitir Mojokerto
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Norman Handito mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Mojokerto seperti di Trawas, pihaknya tidak bisa sendiri. Menurutnya, hal tersebut bagian dari upaya komunitas untuk membantu meningkatkan kunjungan pariwisata di Kabupaten Mojokerto.
“Saya sangat bersyukur SJT digelar di Trawas karena sejak tadi malam kami pantau sangat banyak yang datang. Mereka juga sudah mampir ke tempat wisata di Kabupaten Mojokerto seperti ke Trowulan. Ini bagian dari yang sangat kami harapkan yaitu partisipasi dari teman-teman komunitas untuk bisa mengajak rekan-rekan komunitasnya berkunjung bahkan bermalam di Kabupaten Mojokerto,” ucapnya.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan geliat ekonomi di Kabupaten Mojokerto terus bergulir. Dengan kegiatan SJT di Kabupaten Mojokerto secara tidak langsung sebagai promosi pariwisata Kabupaten Mojokerto. Pengusaha sablon di Kabupaten Mojokerto bagian dari industri ekonomi kreatif dan menjadi mitra Disbudporapar Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:
Kolaborasi Inovatif Nirwana Textile dengan Komunitas di SJT Mojokerto
“Kami sudah bermitra dengan kurang lebih 24 dari 35 pengusaha sablon yang terdaftar di teman-teman komunitas yang ada di Pak Tri (Dugem). Artinya di event-event kami, kami selalu menyertakan mereka. Terakhir, kemarin ke TMII kami mengajak teman-teman pengusaha sablon untuk ikut hadir, untuk berjualan di tempat kami dan alhamdulilah sambutannya luar biasa. Ini menjadi mitra kami,” paparnya.
Harapannya, lanjut Norman, kegiatan ekomoni kreatif tidak hanya dinaungi Disbudporapar yang menampung ide dan kreatifitas saja. Namun untuk pembiaayaan bisa di Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Karena menurutnya prospek bisnis sablon ke depan positif dan bagus. [tin/but]
![Pelaku Usaha Sablon Diharapkan Tumbuh dan Berkembang Gathering SJT ke 6 di Bumi Perkemahan Sasana Krida, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/12/VideoCapture_20231203-191336_veQYjcBb9e-1024x576.jpeg)







