Mojokerto (beritajatim.com) – Petani jagung di Dusun Kaliputih, Desa Kebonagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto sumringah lantaran hasil panen jagung kali ini sangat menjanjikan. Ini setelah mereka uji coba penggunaan pupuk pembenah tanah, Forestan dari PT Dwi Jaya Ekaprima.
Dengan luas lahan 2.100 meter persegi, jagung yang dihasilkan mencapai 3 ton dari sebelumnya 2 ton 7 kuintal. Selain hasil yang melimpah, pipil jagung yang dihasilkan lebih besar dan banyak.
Tak hanya itu, biaya pupuk yang dikeluarkan petani cenderung lebih murah dan menyuburkan tanah.
Ini lantaran produk Forestan yang dikeluarkan produsen pupuk asal Gresik ini memiliki manfaat mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen yang melimpah. Lantaran kandungan pupuk pembenah tanah ini mengandung Phospor, Magnesium dan Calsium.
Salah satu petani jagung, Suma’i (61), mengatakan, ia baru menggunakan pupuk produk Forestan, yaitu pembenah tanah. “Tetap menggunakan pupuk subsidi, tapi berkurang jauh. Melihat jagung pakai pupuk Forestan, biasanya jagung yang umurnya lebih dari 110 hari ini daunnya kering, tapi ini masih hijau,” ungkapnya, Selasa (3/12/2024).
Suma’i mengatakan, PH tanah lebih subur dibanding yang tidak menggunakan pupuk pembenah tanah, Forestan.
Tingkat keasaman tanah yang menggunakan pupuk pembenah tanah, Forestan di level5,1. Sementara yang tidak menggunakan pupuk pembenah tanah, Forestan berada di angka 4,4.
Selain menyuburkan tanah juga jagung yang dihasilkan lebih besar.
“Tongkol jagung cukup besar, fisik tanaman normal padahal sudah tua. Pupuk pembenah tanah kita berikan pada awal tanam di umur 15 hari dengan luasan 2.100 meter persegi butuh 40 kilogram ditambah Phospad SP 20 Forestan sebanyak 40 kg, lalu Phonska dan Urea. Umur 25 hari sampai 40 hari, kita berikan lagi Phonska dan Urea. Total Urea yang dibutuhkan 50 kg dan Phonska 60 kg dan pembenah tanah 40 kg, itu sudah cukup,” katanya.

Biasanya ia menggunakan pupuk Urea tiga sak dengan harga Rp140 ribu/sak dan Phosphat tiga sak Rp150 ribu/sak, sehingga total pupuk Urea sebanyak 150 kg dan Phosphat 150 kg. Para petani mengaku bisa mengurangi biaya terutama dari segi penggunaan pupuk Urea hingga 1 kuintal.
“Untuk harganya, selisih antara Rp270 ribu sampai Rp300 ribu per luasan, kalau 1 hektar sudah lumayan. Di sisi lain, dengan pembenah tanah Forestan ini kita memperbaiki tekstur tanah untuk menjaga kualitas tanah agar tidak rusak. Selama ini, para petani banyak menggunakan tetes dan pupuk Urea cukup tinggi, sehingga mengakibatkan tanah semakin hari semakin kritis,” ujarnya.
Jagung yang dihasilkan dari luas tanah 2.100 meter persegi biasanya 2 ton 7 kuintal, kini naik menjadi 3 ton lebih. Sehingga para petani menyambut baik terobosan PT Dwi Jaya Ekaprima yang meluncurkan pupuk pembenah tanah, Forestan.
Meski pemasaran tidak ada kendala, namun para petani berharap harga jagung tinggi.
Sementara itu, Komisiaris PT Dwi Jaya Ekaprima, Saiman Subagio mengatakan, PT Dwi Jaya Ekaprima kali pertama suplay demplot di Kabupaten Mojokerto. “Di Kabupaten Mojokerto ada di Kecamatan Puri dan Dlanggu. Kalau pupuk dasar ini untuk semua tanaman, pembenah tanah dan phosphat untuk semua tanaman karena merupakan pupuk dasar,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tanah saat ini kurang subur karena penggunaan pupuk kimia sehingga PH tanah turun.

Pihaknya menyarankan agar para petani menggunakan pembenah tanah untuk menaikkan PH tanah. Keunggulan dari pembenah tanah, Forestan untuk menaikkan PH tanah dan membantu penyerapan nutrisi di dalam tanah.
“Seperti menutrisi tanah, juga pertumbuhan akar rambut, pembungaan dan pembuahan. Pembenah tanah per sak dijual dengan harga Rp125 ribu, phosphat Rp160 ribu per sak, sehingga harga cukup murah dan kompetitif,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, PT Dwi Jaya Primaeka merupakan Produsen Pupuk Pertanian dan Perkebunan, General Trading Bahan Kimia Tambang & Chemical Water Treatment serta Sewa-menyewa Container Tank (ISO TANK).
Di awal tahun 2024, PT Dwi Jaya Ekaprima telah berhasil meluncurkan produk pupuk terbarunya yaitu Pupuk Pembenah Tanah.
Kandungan Pupuk Pembenah Tanah ini meliputi antara lain: Phospor, Magnesium dan Calsium dengan merk FORESTAN.
Selain di Kabupaten Mojokerto, suplai demplot Pembenah Tanah Forestan juga diuji coba di Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Nganjuk. [tin/beq]






