Pamekasan (beritajatim.com) – Tujuh sekolah negeri di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, mendapat penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahun 2023.
Ketujuh sekolah tersebut, meliputi lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, masing-masing SMP Negeri 1 Tlanakan, SMP Negeri 4 Pamekasan, SMP Negeri 7 Pamekasan, SMP Negeri 8 Pamekasan, serta SMP Negeri 1 Pademawu yang mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Sedangkan dua lainnya, merupakan Sekolah Dasar (SD) Negeri. Masing-masing SD Negeri Palengaan Laok 1 dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, serta SD Negeri Kolpajung 2 dengan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
“Ada lima SMP yang mengajukan Sekolah Adiwiyata pada 2023, dan seluruhnya memenuhi syarat. Alhamdulillah lima sekolah itu semuanya juara, empat SMP mendapat predikat Adiwiyata Nasional, dan satu SMP berpredikat Adiwiyata Mandiri,” Kata Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Pamekasan, Ridwan, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga: Disdikbud Pamekasan Gelar Gebyar Literasi di SD Negeri 1 Bugih
Selain lima lembaga pendidikan menengah, juga terdapat dua lembaga pendidikan dasar yang mendapatkan juara sebagai sekolah peduli lingkungan. “Untuk tingkat SD, ada dua lembaga yang mendapat status serupa, satu SD dengan predikat Adiwiyata Nasional, dan satu SD lainnya Adiwiyata Mandiri,” ungkapnya.
“Ada beberapa indikator untuk menjadi Sekolah Adiwiyata, diantaranya sekolah harus peduli terhadap kelestarian lingkungan, kemudian memperhatikan budaya lingkungan bersih dan hijau,” jelasnya.
Baca Juga: Ini 6 Poin Deklarasi Damai Pemilu 2024 di Pamekasan
Secara umum kriteria penilaian berupa keberadaan kurikulum berbasis lingkungan juga menjadi salah satu indikator penting. “Mulai dari perencanaan berbasis lingkungan, lingkungan yang bersih dan hijau, serta terus memelihara lingkungan,” imbuhnya.
“Dari itu kami sangat berharap status (Adiwiyata) ini tetap dipertahankan dengan selalu mempertahankan budaya lingkungan sekolah yang bersih dan hijau,” sambung Ridwan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap status dan predikat bisa dipertahankan, dan bahkan lebih ditingkatkan lagi. “Semoga sekolah yang meraih sekolah Adiwiyata Nasional bisa berubah menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri,” pungkasnya. [pin/ted]






