Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, menggelar Gebyar Literasi di SD Negeri 1 Bugih, Pamekasan, Sabtu (16/9/2023).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan. Di antaranya Kepala BKPSDM, Saudi Rahman, Kepala Perpustakaan dan Arsip, serta sejumlah perwakilan OPD lainnya.
Termasuk juga dihadiri pendidik penulis di semua jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), mereka hadir dengan membawa bukti karya buku dan dipamerkan di lokasi kegiatan.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini menyampaikan program tersebut didasari faktor natural dari seorang guru yang memiliki keterbatasan usia. Pada aspek biologis tersebut, seorang guru bisa saja pada usia 60 tahun sudah pensiun atau berhenti mengajar.
Baca Juga: Ngalap Berkah, MABA IAI Al-Khairat Pamekasan Santuni 20 Anak Yatim
“Idealnya guru tidak boleh berhenti mengabdi hanya karena faktor usia (biologis), pengabdian harus berlangsung sepanjang hayat. Dengan itu, menulis dan menghasilkan karya atau buku bisa menjadi pengabdian dan amaliah yang abadi bagi seorang guru,” kata Akhmad Zaini.
Terlebih menghasilkan karya merupakan salah satu kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap guru. “Sejatinya seorang guru memang mempunyai kewajiban menulis sebagai pengembangan dari profesi yang ditekuninya, menulis merupakan kewajiban guru untuk pengembangan profesi dan itu telah diatur di dalam Permendikbud,” ungkapnya.
“Sebanarnya profesi guru memang sudah memiliki kemampuan menulis, tetapi tidak dibukukan dan akibatnya tulisannya menjadi tulisan yang tercecer,” sambung pria yang akrab disapa Pak Zaini.
Baca Juga: Pemkab Pamekasan Target 58 Unit Wamira Mart Pada Akhir 2023
Potensi tersebut sudah seharusnya tersalurkan dengan terencana, serta dijadikan sebagai sebuah karya yang bisa dibaca secara abadi. “Potensi menulis itu sudah ada dan harus diarahkan menjadi sebuah karya dalam bentuk buku,” tegasnya.
“Maka dari itu, kami berinisiatif bekerja sama dengan Media Guru Indonesia, penerbit yang juga lembaga pengembangan kemampuan guru, salah satu di dalamnya adalah pengembangan kemampuan menulis,” pungkasnya.
Dalam gebyar literasi tersebut juga digelar beberapa program lainnya, di anyatabya short course festival akun belajar id, short course serta pameran karya akun belajar id oleh siswa SD. [pin/ted]






