Pacitan (beritajatim.com) – Bencana tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bandar dan Nawangan, Kabupaten Pacitan, terus bertambah. Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Pacitan mencatat sedikitnya 70 kejadian longsor hingga Rabu sore.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, menyampaikan bahwa jumlah tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring proses pendataan di lapangan yang masih berlangsung.
“Sampai sore ini tercatat sebanyak 70 kejadian, namun data masih dinamis dan terus diperbarui,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Puluhan kejadian longsor tersebut dilaporkan menimpa rumah warga serta merusak sejumlah fasilitas umum, serta menutup akses jalan provinsi Pacitan dengan Wonogiri.
Meski demikian, BPBD memastikan belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dampak bencana memaksa sejumlah warga untuk mengungsi demi keselamatan. “Untuk korban jiwa sementara belum ada. Tapi ada beberapa keluarga terdampak yang mengungsi,” jelasnya.
Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 10 warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Saat ini, tim BPBD Pacitan dari berbagai bidang telah diterjunkan ke lokasi terdampak. Tim Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik bersama tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi melakukan asesmen cepat guna mendata dampak kerusakan serta kebutuhan mendesak warga.
Selain melakukan kaji cepat, tim di lapangan juga mulai menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Sementara itu, proses pendataan kerusakan rumah akan menjadi dasar untuk penyaluran bantuan material perbaikan. “Tim melakukan assessment serta membawa bantuan logistik dan mendata kerusakan,” pungkasnya. (tri/kun)






