Bojonegoro (beritajatim.com) – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mandiri (KDKMP) di Kabupaten Bojonegoro terus dikebut menjelang target nasional peresmian pada 17 Agustus 2026. Namun, dari ratusan desa yang menjadi sasaran, masih terdapat puluhan titik yang belum memulai pembangunan.
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Dedy Dwi Wijayanto, mengungkapkan bahwa proyek yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut menargetkan peluncuran serentak 30.000 titik di seluruh Indonesia.
“Targetnya pada 17 Agustus 2026 akan di-launching secara nasional oleh Presiden RI sebanyak 30.000 titik KDKMP,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama DPRD Bojonegoro, Rabu (15/4/2026).
Di Bojonegoro sendiri, total ada 430 desa yang menjadi sasaran program. Dari jumlah tersebut, progres pembangunan dinilai cukup signifikan. Sebanyak 394 desa telah masuk dalam portal pemetaan lahan, sementara 382 desa sudah memulai pembangunan fisik di lapangan. Bahkan, 90 desa di antaranya telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen dan dinyatakan siap beroperasi.
Meski demikian, masih ada 48 desa yang belum memulai pembangunan. Sejumlah kendala menjadi penyebab, mulai dari keterbatasan lahan, luas tanah yang tidak memenuhi standar minimal, hingga persoalan status kepemilikan lahan.
Dandim menegaskan, seluruh pemerintah desa diminta segera menuntaskan proses administrasi, khususnya pengajuan melalui portal yang telah disediakan. “Batas akhir pengajuan jatuh pada 20 April 2026. Setelah itu, portal akan ditutup dan tidak ada lagi pengajuan baru,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya jajaran Kodim 0813, Dinas Koperasi Pemkab Bojonegoro, asosiasi pengurus koperasi desa, Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI), serta anggota DPRD Bojonegoro dari Komisi B. (lim/kun)






