Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 200 orang warga Magetan memilih merantau ke luar negeri. Data itu berdasarkan rekap dari Dinas Tenaga Kerja Magetan mulai Januari 2023 hingga Juni 2023.
Mitro Wibowo, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Magetan menerangkan, masih ada ratusan warga Magetan yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Total 200 orang, ini negara jujugannya yang paling banyak di Taiwan, Hongkong, Malaysia, dan Korea Selatan,” kata Mitro, Sabtu (17/6/2023).
Meski belakangan marak tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mayoritas modusnya dengan mengajak bekerja ke luar negeri, pihaknya mengaku sudah melakukan beberapa perlindungan terhadap calon PMI. “Upaya perlindungan kami dengan memfasilitasi pembuatan AK 1 secara gratis, memfasilitasi pembuatan rekom ID CPMI gratis,” lanjutnya.
BACA JUGA:
5 Negara Favorit Pekerja Asal Madiun, Arab Tak Termasuk
Selain itu, pihaknya turut mensosialisasikan persyaratan PMI prosedural melalui kecamatan, juga melalui media sosial dan web resmi disnaker. Pihaknya juga menyambangi bursa kerja khusus (BKK), semua sekolah SMA, SMK di Magetan. “Juga pada anak-anak yang masuk usai pencari kerja,” pungkasnya. [fiq/suf]






