Blitar (beritajatim.com) – Warung prasmanan Retno di Dusun Krajan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, terbakar hebat. Diduga, warung yang telah kosong itu menjadi tempat penimbunan BBM.
Api membumbung tinggi di warung yang sudah tak beropeasi sejak beberapa bulan lalu tersebut. Bahkan, terjadi ledakan pada saat api melalap warung makan tersebut.
Setelah api bisa dijinakkan, Unit Reskrim Polsek Kesamben menemukan enam drum berisi BBM jenis solar. Empat drum BBM jadi solar telah terbakar sementara dua lainnya masih aman.
Diduga ledakan yang terjadi saat kebakaran tersebut berasal dari drum yang berisi BBM jenis solar. Selain ditemukan enam drum berisi BBM jenis solar petugas juga menemukan satu buah pompa di lokasi kebakaran.
Temuan enam drum berisi BBM dan satu buah pompa ini pun menjadi tanda tanya. Sebab, saat ini pembelian BBM dengan drum atau jerigen di SPBU sudah tidak diperbolehkan.
“Ya memang ditemukan drum berisi BBM jenis solar total ada enam drum, empat drum sudah terbakar, dua lainnya masih aman saat ini proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Kesamben, AKP Suhartono, Selasa (21/3/2023).
Baca Juga:
Pemkot Blitar Belum Atur Operasional Tempat Hiburan Malam Selama Ramadhan
Soehartono menjelaskan, enam drum BBM tersebut belum diketahui kepemilikannya. Warung yang terbakar tersebut juga telah kosong atau tidak digunakan selama 3 bulan terakhir.
Masyarakat sekitar pun tidak mengetahui tentang enam drum berisi BBM tersebut. Kini Unit Reskrim Polsek Kesamben tengah melakukan penyelidikan terkait temuan enam drum berisi BBM tersebut.
“Tidak ada yang tahu karena warung tersebut kosong sejak beberapa bulan terakhir kami masih mendalami kasus ini tapi dugaan kuat dari korsleting listrik penyebabnya,” tegasnya.
Lokasi warung prasmanan Retno berjarak yang lumayan dekat dengan SPBU Kesamben. Sejumlah dugaan pun muncul mengenai enam drum berisi BBM jenis solar tersebut.
Namun, pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa yang memiliki enam drum berisi BBM jenis solar tersebut.
Warung prasmanan Retno sendiri merupakan milik seorang warga bernama Alfiah. Menurut petugas, Alfiah juga tidak mengetahui adanya enam drum berisi BBM jenis solar di warungnya.
Baca Juga:
60 Ogoh-ogoh Meriahkan Ritual Tawur Agung di Blitar
“Pemilik warung juga tidak tahu enam drum berisi BBM tersebut miliknya siapa sekali lagi ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.
Sementara itu menurut keterangan dari petugas damkar kabupaten Blitar yang tiba di lokasi untuk memadamkan api menyebutkan bahwa 4 drum berisi BBM solar tersebut sudah ludes terbakar. Bahkan diduga 4 drum berisi BBM surat tersebut menjadi penyebab terjadinya ledakan saat peristiwa kebakaran berlangsung.
“Yang empat drum berisi BBM tersebut sudah tidak ada sisanya ya mungkin itu sudah ikut terbakar dan meledak,” kata Kepala Unit Damkar Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo.
Besarnya api yang membakar warung tersebut membuat proses pemadaman memerlukan waktu hingga 30 menit. Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa karena kondisi warung saat itu tengah kosong. [owi/beq]






