Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menetapkan lima prioritas pembangunan daerah yang akan menjadi fokus utama pada tahun anggaran 2027 mendatang. Kelima program strategis tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan saat penyerahan Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS, Senin (20/7).
Guna menyukseskan seluruh program prioritas tersebut, Pemkab Pasuruan merencanakan alokasi pagu belanja daerah yang fantastis hingga mencapai Rp4.075.185.923.222 atau sekitar Rp4,07 triliun. Tema pembangunan yang diusung untuk menyelaraskan anggaran ini adalah “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi dengan Dukungan Kolaborasi Vertikal dan Horizontal”.
“Ada lima prioritas pembangunan yang menjadi fokus kami, meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan kompetensi SDM, kualitas lingkungan hidup, infrastruktur wilayah, hingga penguatan tata kelola pemerintahan. Penyusunan lima program prioritas dalam KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 ini juga telah kami selaraskan dengan arah program nasional,” urai Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, saat membacakan pidato Bupati Pasuruan.
Dalam rinciannya, pemenuhan lima prioritas ini akan ditopang oleh anggaran belanja modal sebesar Rp871,01 miIiar yang dialokasikan khusus untuk pengadaan aset tetap dan pembangunan infrastruktur publik. Selain itu, pemerintah daerah juga menguatkan sektor pelayanan melalui pos belanja operasi yang direncanakan menyerap dana sebesar Rp2,51 triliun.
“Melalui lima fokus pembangunan ini, kita juga berkomitmen meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mendorong digitalisasi data yang terintegrasi melalui kolaborasi pentahelix. Kami berharap struktur anggaran belanja Rp 4,07 triliun ini dapat menstimulus penguatan potensi serta regulasi investasi pada sektor-sektor strategis di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.
Untuk mengimbangi rencana belanja yang besar tersebut, struktur pendapatan daerah pada tahun 2027 ditargetkan dapat terealisasi sebesar Rp3.528.332.982.321. Target pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,76 triliun, dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,62 triliun, serta pendapatan transfer antar daerah senilai Rp138,96 miliar.
“Rancangan lima program prioritas beserta plafon anggaran sebesar Rp 4,07 triliun ini selanjutnya akan dibahas lebih lanjut melalui rapat kerja antara komisi dewan dan mitra kerja. Hasil pembahasan komisi nantinya akan diserahkan kepada Badan Anggaran DPRD dan TAPD untuk difinalisasi menjadi regulasi daerah sesuai jadwal yang telah disusun,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat.
Pemerintah daerah juga tidak luput mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp35 miliar sebagai bentuk kesiapan penanganan bencana alam yang masuk dalam poin prioritas lingkungan hidup. Seluruh jajaran legislatif dan eksekutif berharap pengesahan anggaran program prioritas ini berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan. (ada/but)






