Ponorogo (beritajatim.com) – Program makan siang gratis merupakan program populer dari pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Terkait program makan siang gratis tersebut, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku dirinya sudah mengajukan konsep kepada presiden terpilih Prabowo Subianto. Konsep yang Ia sodorkan yakni untuk mengoptimalkan betul-betul sumber daya lokal.
“Saya sudah ajukan konsep kepala presiden terpilih, tentang makan gratis itu,” ungkap Muhadjir, ditulis Minggu (04/08/2024).
Muhadjir menjelaskan bahwa bahan dari menu makan gratis ini, melibatkan petani dan peternak lokal. Suplai kebutuhan sayur mayur untuk makan gratis dari petani setempat dan itu bisa digilir bergantian. Termasuk kata Muhadjir juga untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani. Juga menggandeng peternak di desanya atau wilayahnya.
“Jadi bahan baku makan gratis ini, melibatkan petani dan peternak lokal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muhadjir lewat program makan gratis untuk siswa sekolah ini, juga harus memberikan pendidikan bagi generasi penerus tentang dispersi pangan. Diberi pengertian bahwa karbohidrat tidak hanya didapat dari beras. Namun, masih banyak sekali sumber bahan makanan yang tidak kalah dibandingkan dari beras. Seperti jagung, singkong, pisang dan kentang.
“Karbohidrat itu tidak hanya beras, banyak sekali sumber makanan yang kandungan karbohidratnya tidak kalah dari beras,” katanya.
Mantan menteri pendidikan itu juga menambahkan bahwa menyarankan masyarakat untuk gerakan menanam pohon kelor. Daun kelor, kata Muhadjir telah teruji secara ilmiah bahwa kandungan gizinya sangat istimewa. Jadi mulai sekarang, setiap hari bisa membuat sayur dari bahan daun kelor untuk meningkatkan gizi anak-anak generasi penerus.
“Di rumah dinas itu, saya tanam pohon kelor, setiap hari bisa masak sayur daun kelor. Kandungan gizinya sangat istimewa dan sudah teruji secara ilmiah,” pungkasnya. [end/aje]






