Blitar (beritajatim.com) – Belakangan ini viral di media sosial Facebook dan Instagram yang memperlihatkan aksi penembakan burung Pelikan di PLTA Jegu Kabupaten Blitar. Dalam video tersebut terlihat burung yang dilindungi itu ditembak dari kejahuan oleh seorang warga.
Awalnya burung Pelikan atau Udan itu sedang berenang di bendungan PLTA Jegu Kabupaten Blitar. Burung dengan nama latin Pelecanus conspicillatuas itu terlihat hanya seekor dan sedang mencari ikan di bendungan.
Namun tidak berselang lama burung itu langsung ditembak oleh warga. Warga itu pun langsung membawa burung dengan yang memiliki paruh panjang dan tubuh besar itu.
Video penembakan burung Pelikan itu pun viral di media sosial. Pihak kepolisian yang mengetahui hal ini pun akan melakukan penyelidikan.
Pasalnya burung Pelikan merupakan hewan yang dilindungi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
“Ya kami lihat videonya itu kami juga mendapatkan informasi tersebut terus Kami juga akan melakukan penyelidikan terkait video viral itu,” ucap singkat Kapolsek Talun, Iptu Indrayana, Jumat (30/06/23).
Burung undan atau pelikan adalah burung air yang memiliki kantung di bawah paruhnya, dan merupakan bagian dari keluarga burung Pelecanidae. Undan terkecil adalah undan cokelat (Pelecanus occidentalis) dengan massa hanya 2,75 kg, panjang tubuh 106 cm dan lebar bentangan sayap maksimum 1,83 m.
Baca Juga: Sudah 2 Kasus Rabies, Stok Vaksin di Blitar Justru Kosong
Pelikan terbesar saat ini adalah undan dalmasia (Pelecanus crispus) dengan massa 15 kg dan panjang 183 cm, dengan lebar bentangan sayap hingga 3,5 m. Undan australia memiliki paruh terpanjang di antara burung lainnya.
Pelikan adalah perenang yang baik, dengan kaki mereka yang pendek dan kuat serta berselaput. Burung ini merupakan salah satu burung yang dilindungi oleh negara.
Burung pelikan merupakan salah satu burung migrasi dari benua Australia. Ketika memasuki musim dingin, burung yang mempunyai berat tubuh antara 4-13 kilogram ini akan terbang ke belahan bumi utara untuk mencari makan dan berkembangbiak.
Sehingga diduga burung yang endemik Australia itu mampir di PLTA Jegu Kabupaten Blitar untuk mencari makan. Namun sayangnya burung tersebut justru ditembak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau dilihat sekilas memang mirip dengan bendungan Jegu, kami akan selidiki,” pungkasnya.
Video viral penembakan burung Pelikan itupun mendapatkan respon dari warga net. Ratusan netizen menyayangkan sikap arogansi warga yang tidak bertanggungjawab tersebut.(owi/ted)






