Blitar (beritajatim.com) – Usai memanggil Mantan Bupati Blitar, Rini Syarifah atau Mak Rini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Blitar baru saja menetapkan tiga tersangka baru dalam dugaan korupsi pembangunan DAM Kali Bentak. Pemanggilan terhadap Mak Rini sendiri dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan terkait kasus yang sama.
Adapun ketiga tersangka baru yang ditetapkan oleh Kejari Kabupaten Blitar tersebut adalah MI, HS dan HB. Diketahui bahwa MI adalah admin dari CV pelaksana proyek DAM Kali Bentak.
Sementara HS adalah sekretaris Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Blitar yang bertugas sebagai pejabat pembuat kontrak (PPK). Sedangkan HB, adalah Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Blitar yang bertugas sebagai pelaksana teknis kegiatan (PPTK)
“Perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi Dam Kali Bentak, kami telah memeriksa 35 saksi, 17 saksi dari Pemkab Blitar, 16 saksi dari swasta, dan tiga saksi dari TPID. Terhadap pemeriksaan itu, kami menetapkan empat orang tersangka, tiga di antaranya tersangka baru,” kata Plt Kepala Kejaksaaan Negeri (Kajari) Kabupaten Blitar, Andriyanto Budi Santoso, Rabu (23/4/2025) kemarin.
Kejari Kabupaten Blitar memang tengah melakukan penyelidikan dugaan kasus DAM Kali Bentak senilai Rp.4,9 miliar rupiah. Total dalam kasus ini sudah ada 35 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Kejari Kabupaten Blitar.
“Dari empat tersangka, tiga di antaranya sudah kami tahan. Untuk satu tersangka, yaitu, HB Namun, sampai saat ini belum memenuhi panggilan kami. Kami panggil tiga kali secara patut tidak hadir,” ujarnya.
Penggeledahan pun juga sudah dilakukan oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Blitar. Rumah HB pun telah digeledah oleh penyidik.
Hasilnya penyidik menyita sejumlah barang dan dokumen yang diduga ada hubungannya dengan kasus tindak pidana korupsi. Total ada 44 barang bukti berupa dokumen dan barang bergerak yang diamankan penyidik Kejari Kabupaten Blitar dari rumah HB.
Barang bergerak yang diamankan dari rumah HB, yaitu, 28 unit sepeda motor. Ke 28 unit sepeda motor itu pun kini dilakukan penyitaan sementara.
“Ada dugaan aliran dana (proyek) ke tersangka HB. HB menikmati uang dengan cara membeli sepeda motor,” katanya. [owi/beq]







1 Komentar
tentunya kasus korupsi melibatkan pejabat yg lebih tinggi. semua atas perintah atasan. tidak mungkin asn bertindak tanpa arahan atasan.
jika yang ditangkap hanya pejabat / pekerja level bawah bahkan rekanan, kasus ini patut ditunggu kelanjutannya.