Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi kepada warganya, yang berhasil berjuang menekankan stunting dan kemiskinan di kota pahlawan saat upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-79 di Taman Surya Surabaya, Sabtu (17/8/2024).
Eri Cahyadi yang menjadi instruktur upacara itu menyampaikan, angka stunting dan pengangguran terbuka mengalami penurunan. Eri menyebut bahwa itu semua berkat kerja dan semangat juang warga Surabaya selama ini.
“Di ulang tahun ke-79 ini kita bisa melihat angka stunting di Kota Surabaya terendah se- Indonesia, kemiskinannya turun, serta jumlah pengangguran terbuka turun,” kata Eri Cahyadi usai melaksanakan upacara.
Menurut Eri, warga Kota Surabaya ketika melihat ada kemiskinan dan putus sekolah api semangat perjuangannya tidak boleh padam. Karena hal itu adalah satu bentuk upaya, menuju kemaslahatan umat.
“Ayok kita bergerak bersama, dengan tujuan satu yakni untuk memberikan kemaslahatan umat dan kebahagiaan bagi warga Surabaya,” ujar Walikota tersebut.
Eri optimistis melihat masa depan Kota Surabaya di masa mendatang. Di mana dirinya membocorkan saat ini sedang menyusun skema angkutan umum berupa taksi air, yang terealisasi 2025.
“Jadi yang pasti insyaallah, kita sudah berdiskusi dengan Lantamal V dan juga akan menghadap ke Koarmada,” tutupnya.
Diketahui, dalam upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang digelar di Taman Surya Surabaya itu dihadiri oleh ribuan peserta upacara. Kemudian turut dimeriahkan pertunjukan kolaborasi tari berjudul; ‘Nusantara Baru Indonesia Maju’ maha karya dari berbagai sanggar tari ternama, di Kota Surabaya.
Selain itu, dalam rangkaian upacara juga terdapat penyematan anugerah piagam penghargaan yang diberikan kepada jajaran Forkopimda Kota Surabaya, 12 tokoh agama dan pemberian hadiah kepada peserta upacara, dengan kostum pakaian adat terbaik. [ram/ian]






