Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Ramah Disabilitas dalam Beritajatim Award 2024. Penghargaan diterima Wakil Rektor 3 Unesa Dr Bambang Sigit Widodo, MPd di Hotel Whiz Luxe Spazio Tower.
Unesa layak menyandang predikat tersebut. Sebab, kampus ini telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pendidikan bagi kelompok disabilitas.
Bambang mengatakan, penghargaan ini sebagai pelecut semangat untuk terus memberikan yang terbaik, meningkatkan kualitas layanan bagi kelompok disabilitas, baik dari aspek akademik maupun non-akademik.
Ia berharap Unesa terus konsisten membuka wacana ke publik, bahwa pada prinsipnya tidak boleh membeda-bedakan seseorang hanya karena aspek kekurangannya.
Adapun yang paling utama ialah memperjuangkan dan memfasilitasi serta memberikan kesempatan pengembangan diri kepada mereka sesuai kondisi dan kebutuhannya.
“Semoga Unesa dapat terus memberikan yang terbaik, terutama untuk mahasiswa penyandang disabilitas dan semakin banyak lagi inovasi yang dilahirkan ke depan,” ujarnya, Kamis (2/5/2024).
Dari aspek inovasi, sudah banyak yang dilahirkan Unesa. Misalnya dengan meluncurkan pemeringkatan di bidang disabilitas, Disability Inclusion Metrics (Unesa-DIMETRIC) sejak tahun 2022. Pemeringkatan ini diikuti berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Kemudian, lewat sivitas academikanya, Unesa menghasilkan berbagai inovasi berupa aplikasi di bidang disabilitas. Misalnya EasyIndo yang dikembangkan tim dosen untuk membantu masyarakat yang memiliki hambatan komunikasi.
Berikutnya, ada aplikasi Guru Inklusi, aplikasi self-assessment berbasis android yang bisa digunakan menganalisis pengalaman guru dalam mengelola pembelajaran manajemen inklusi.
Selanjutnya, aplikasi Inclupedia yang hadir untuk membantu orang tua atau penyandang disabilitas dalam melakukan asesmen dan konsultasi seputar ‘kedisabilitasan’. Aplikasi layanan ini memiliki tiga layanan prioritas, asesmen, konsultasi, dan layanan informasi lowongan pekerjaan.
Melalui kerja sama dengan pakar Open University, UK, Unesa juga mengembangkan Isgnalong Indonesia atau sistem bahasa isyarat yang dalam perkembangannya sudah diwujudkan dalam bentuk Kamus Digital Bahasa Isyarat.
Sementara itu, Rektor Unesa Prof Nurhasan mengungkapkan bahwa setiap penghargaan yang datang merupakan pengingat sekaligus pendorong dalam meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat, pun kelompok disabilitas.
“Kami tak boleh kehilangan keberpihakan dan fokus untuk terus memberikan kesempatan dan pelayanan pada semua anak bangsa untuk mengakses pendidikan yang layak,” ucap Cak Hasan.
Penghargaan ini juga sebagai pendorong untuk semakin banyak berinovasi dan berkreasi memberikan pelayanan bagi mahasiswa disabilitas. Pun terus mengupayakan kesempatan dan pelayanan yang layak untuk disabilitas adalah proses belajar yang tak pernah berhenti.
Unesa, lanjut dia, terus mencoba memahami perubahan dan memikirkan ide-ide baru. Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasihnya kepada Beritajatim atas penghargaan tersebut.
Dia mengapresiasi upaya Beritajatim yang turut peduli pada isu-isu disabilitas. Ini penting karena tentu ada nilai lebih yang berbeda dari media massa dan media sosial.
“Media massa punya tugas membawa isu-isu publik ke masyarakat dan pembacanya dan Beritajatim bisa mengawal isu itu. Semoga kolaborasi dan kerja sama Unesa dan Beritajatim ini terus melahirkan kebaikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya. [ipl/but]






