Surabaya (beritajatim.com) – Desy Ramadhani Maghfiroh Ayu Putri berhasil mengelola sekolah model khusus penyandang disabilitas. Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini merintis lembaganya sejak masih duduk di bangku kuliah.
Lembaga bernama Fira Modelling Disability (FMD) tersebut beroperasi di Surabaya dan Malang. Terdapat 35 peserta didik yang aktif mengikuti kelas tari hingga latihan berjalan di atas panggung.
Fira, sapaan akrabnya, merancang kurikulum pelatihan bersama sang ibu. Ia merasa prihatin melihat minimnya ruang aktualisasi bagi anak berkebutuhan khusus. FMD lahir sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut.
“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi,” ungkap Fira, Senin (13/7/2026).
Peraih Juara 1 Putra Putri Fashion Jawa Timur 2021 ini menyadari tantangan mengelola FMD cukup tinggi. Adaptasi metode pelatihan harus selalu disesuaikan dengan karakter dan kemampuan motorik tiap anak.
“Saya berharap sekolah ini menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap para penyandang disabilitas,” tuturnya.
Perempuan dengan disabilitas rungu ini memiliki rekam jejak panjang di dunia modeling. Lulusan S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut pernah mewakili Indonesia dalam peragaan busana kebudayaan di Turki.
Prestasi ini membawanya meraih penghargaan Inspiring Women 2022 kategori pendidikan. Ia bersanding dengan berbagai tokoh perempuan nasional berkat dampak sosial dari sekolah model yang dibangunnya.
Usai lulus pada akhir 2025 lalu, Fira kini meniti karier profesional di FIF Group. Meski sibuk bekerja, ia tetap memantau perkembangan mental dan keterampilan para peserta didiknya.
Pencapaian paling membahagiakan baginya adalah melihat transformasi para siswa. Anak-anak yang semula menutup diri perlahan berubah menjadi sosok berani dan tampil percaya diri di depan publik. [ipl/but]






