Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi menggelar pasar takjil Ramadhan bertajuk Ngerandu Buko. Kegiatan ini dilakukan serentak di 38 titik di Banyuwangi.
Tak disangka, kegiatan tahunan selama bulan puasa ini ternyata berdampak cukup signifikan bagi perekonomian warga. Khususnya, sukses menggerakkan ekonomi bagi para pelaku UMKM.
Berdasarkan laporan, hingga pekan kedua atau di hari ke 15 Ramadhan, nilai transaksi pasar takjil ini mencapai angka cukup fantastis. Hitungan kasarnya menyentuh angka Rp 8,2 Miliar lebih.
“Estimasi perputaran uang di seluruh pasar takjil Ramadan ini mencapai Rp 500 juta hingga Rp 550 juta setiap harinya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, Rabu (27/3/2024).
Angka itu, kata Nanin, bisa saja terus berlanjut. Karena masih ada dua pekan lagi hingga lebaran tiba.
“Jika terus demikian (bertahan) hingga akhir Ramadan, kami optimis perputaran uang bisa tembus di angka belasan miliar,” terangnya.
Keberadaan pasar takjil, lanjut Nanin, menunjukkan gerakan ekonomi arus bawah yang cukup tinggi. Meski hanya bersifat sementara, namun dampaknya cukup signifikan.
“Pasar takjil tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen akan hidangan berbuka puasa yang lezat, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi pedagang lokal,” ungkapnya.
Kondisi itu sekaligus bukti jika bulan suci Ramadhan membawa berkah untuk semua. Tidak hanya bagi umat muslim yang menjalankan ibadah, tapi seluruh warga Banyuwangi.
“Dengan adanya pasar takjil, masyarakat tidak hanya dapat menikmati hidangan lezat untuk berbuka puasa, tetapi juga dapat merasakan atmosfer Ramadan yang penuh berkah dan kehangatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani cukup bangga dengan keberadaan pasar takjil Ramadhan. Menurutnya, tidak hanya ruang untuk bersilaturahmi, tetapi juga ada sisi transaksi ekonomi warga yang tumbuh.
“Ini upaya memberikan ruang bagi pelaku UMKM agar mereka bisa meraih rezeki di bulan Ramadhan. Kami instruksikan kepada semua camat, lurah, hingga kepala desa, untuk memfasilitasi pasar takjil di wilayah masing-masing,” kata Bupati Ipuk. [rin/aje]






