Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Amin Jawa Timur (Jatim) akan menjadikan survei Litbang Kompas menjadi bahan evaluasi bagi paslon nomor 1. Hal itu lantaran, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas Desember 2023, elektabilitas Amin di tingkat nasional naik ke peringkat 2 dengan angka 16,7 persen. Namun, di Jawa Timur masih di peringkat 3 dengan angka 10 persen.
“Respon kita terhadap survei Kompas adalah Sebagai langkah konkrit untuk evaluasi terhadap kerja kita,” kata Thoriq, saat berada di Kantor DPW PKB Jatim, Selasa (12/12/2023) malam.
Ia mengakui bahwa Timnas Amin di Perwilayahan belum melakukan kerja yang maksimal. Saat ini pihaknya sedang mengerjakan pengoptimalan timnas Amin lapisan per wilayah untuk bisa terus mendongkrak elektabilitas pasangan nomor urut 1.
“Kita merespon itu sebagai bentuk cara kerja kami yang harus optimal lagi. Terutama berkaitan dengan beberapa kerja perwilayahan yang hari ini sedang kita susun. Nah perwilayahan itu (sekarang) memang ada yang masih belum optimalkan,” tambah Thoriq.
Namun, mantan Bupati Lumajang ini tetap optimis bahwa elektabilitas Amin akan terus naik pasca debat presiden perdana. Apalagi, jika kerja-kerja kewilayahan terselesaikan.
“Jadi optimisnya, kalau kita mungkin masih posisi jauh perbedaanya dengan peraih peringkat ketiga, maka harapan kita bisa menjauh. Dengan cara kerja yang akan kita optimalkan,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan survei Litbang Kompas yang digelar pada 29 November-4 Desember 2023 itu, elektabilitas pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jatim, berada di urutan pertama, dengan angka 40,9 persen. Kemudian, capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar dan Mahfud, tercatat 18,6 persen. Sedangkan pasangan nomor 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hanya mencapai 10 persen di Jatim. (Ang/Aje)






