Surabaya (beritajatim.com) – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (PKM Unesa) bidang kewirausahaan, menyulap pelepah pisang menjadi produk kerajinan tangan bernilai dan berdaya jual.
Pelepah tersebut diolah menjadi vas bunga, kotak pensil, kotak tisu hingga tas jinjing. Produk itu bisa menjadi hiasan rumah ataupun cinderamata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Surabaya.
Ketua Tim PKM Fatmah Lailatul Zahroh menjelaskan bahwa selain menggarap misi lingkungan, pembuatan produk itu juga dimaksudkan untuk menyentuh pengenalan budaya.
Baca Juga: Ada 5 Dusun di Ponorogo Alami Kekeringan, BPBD Droping Air Bersih
Produk dilengkapi atribut tradisi-budaya Jatim seperti Tari Remo, Karapan Sapi hingga Tari Tiban. “Pengguna produk ini sekaligus bisa memperluas pengetahuan tentang budaya,” kata Fatmah, Kamis (21/9/2023).
Dia menambahkan, gambar ikon budaya Jatim yang ada di produk tersebut berbasis augmented reality (AR) yang dikombinasikan dengan aplikasi ‘Gedebog IDN: Pengenalan Budaya’ yang juga mereka rancang.
Aplikasi yang sudah tersedia di Play Store itu terdiri dari sejumlah fitur seperti kamera scan yang jika diarahkan kepada gambar yang ada di permukaan produk, secara otomatis aplikasi akan menampilkan informasi visual 3D terkait budaya tersebut.
Sementara Dosen Pembimbing Yunus menambahkan, aplikasi itu juga memuat penjelasan yang mendalam tentang asal-usul, makna, dan sejarah budaya tersebut. Dengan cara ini, customer atau wisatawan bisa belajar, memahami dan menghargai warisan budaya Jatim.
Baca Juga: Bupati Jombang Gagal Menghidupkan Pasar Ngrawan Tembelang
Dia mengapresiasi dan mendukung penuh ide mahasiswa bimbingannya itu. Sebab, dapat mengenalkan budaya unggulan masyarakat Jatim kepada masyarakat luas, utamanya pelancong dari berbagai negara lain.
Menurutnya, inovasi ini juga dapat mengatasi persoalan limbah pelepah pisang yang banyak dikeluhkan. “Ini bagian dari konsep dan solusi pengelolaan limbah untuk lingkungan berkelanjutan,” katanya.
Limbah pelepah pisang banyak di Indonesia. Terlebih di berbagai perkebunan, banyak dan sampai menumpuk. Selama ini, memang banyak yang berusaha mengolah limbah pelepah pisang, seperti menjadi campuran pupuk organik, pakan ternak alami hingga keripik.
Baca Juga: Bos Madura United: Seharusnya Tim Penegakan Fairplay
“Itu belum cukup sebagai solusi untuk mengatasi persoalan limbah pisang ini. Dibutuhkan inovasi lain agar limbah ini bisa bermanfaat dan berdaya jual. Para mahasiswa kami cari solusi, riset dan akhirnya memutuskan membuat kerajinan tangan yang berdaya jual dengan misi kebudayaan,” tandasnya.
Tim PKM berjumlah 5 mahasiswa. Mereka terdiri dari Fatmah Lailatul Zahroh (Pend. Teknik Mesin), Rizdana Galih Pambudi (Pend.Teknik Mesin), Edwin Fitkirana (Pend. Teknik Mesin), Mochammad Hildad Ajiban (Pend. Teknik Mesin), dan Wulan Mel Sandy (Pend. Akuntansi). [ipl/ian]






