Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Airlangga (Unair) menggelar Workshop Pembuatan Kran Air Otomatis Berbasis PLTS di Desa Simoangin-angin, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat desa dalam pengelolaan sumber daya air dan energi.
Ketua Tim Pengmas, Franky Chandra Satria Arisgraha, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan karena meningkatnya krisis air bersih, tingginya biaya listrik, serta kebiasaan penggunaan air yang tidak efisien di masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menghasilkan alat yang dapat membantu menghemat air bersih dan memanfaatkan energi surya yang melimpah,” ujar Franky di Surabaya, Minggu (22/6/2025).
Desa Simoangin-angin dipilih karena statusnya sebagai salah satu dari tiga Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Sidoarjo. Menurut Franky, inovasi teknologi berbasis PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) ini sejalan dengan pengembangan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah setempat.
Efisiensi Air dan Energi
Sistem kran otomatis berbasis PLTS yang dikembangkan hanya mengalirkan air ketika sensor mendeteksi keberadaan objek dalam jarak tertentu. Energi untuk sistem ini diperoleh dari baterai 12 volt yang diisi menggunakan panel surya, terhubung melalui Solar Charge Controller (SCC).
Teknologi ini, menurut Franky, tidak hanya hemat air tetapi juga mengedukasi masyarakat soal pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Antusiasme dan Pelibatan Warga
Kegiatan workshop mendapat sambutan positif dari warga desa. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik pendidikan maupun profesi. Mereka tak hanya menerima pemaparan teori, tetapi juga praktik langsung dalam merakit kran otomatis dan sistem PLTS dengan komponen elektronik sederhana.
“Warga sangat antusias, bahkan banyak yang berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih luas,” ujar Franky, yang juga dosen Teknik Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi Unair tersebut.
Melalui workshop ini, warga juga dibekali keterampilan teknis seperti penyusunan rangkaian listrik, pemasangan sensor, dan pemanfaatan panel surya, yang diharapkan mampu diterapkan secara mandiri.

Sementara itu, salah satu perangkat desa setempat, Dwi Wahyu Seputra menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa workshop sangat bermanfaat, baik dari sisi edukasi maupun aplikatif.
“Kami selaku warga Desa Simoangin-angin mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya workshop. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan tentang teknologi ramah lingkungan, tetapi juga mengajarkan penerapannya langsung di lingkungan kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan kran air otomatis berbasis tenaga surya membantu efisiensi air dan mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat, terutama di fasilitas umum seperti masjid dan balai desa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat desa lainnya. Semoga kerja sama ini bisa terjalin kembali di masa yang akan datang,” tutupnya.
Dampak Lingkungan dan Rencana Lanjutan
Program ini dinilai berkontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan karena menekan pemborosan air bersih serta menggantikan sumber energi berbasis fosil dengan energi surya.
Ke depan, tim Pengmas Unair akan melakukan pendampingan lanjutan, serta berupaya memperluas pemanfaatan teknologi ini melalui integrasi dalam proyek pembangunan desa berbasis inovasi teknologi.
“Kami akan evaluasi kegiatan ini dan menyusun langkah pengembangan selanjutnya. Ada permintaan dari warga dan pihak desa untuk menjadikan teknologi ini bagian dari pembangunan,” tandas Franky.
Adapun Tim Pengmas dari Prodi Teknik Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi Unair ini terdiri dari Franky Chandra Satria Arisgraha, S.T., M.T, Endah Purwanti, S.Si., M.T., Dr. Eko Prasetyo Kuncoro, S.T., DEA, Prof. Dr. Khusnul Ain, S.T., M.Si., Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, CCD., dan Fadli Ama, S.T., M.T. [ipl/ian]






