Surabaya (beritajatim.com) — Setelah berlangsung selama lima hari dengan rangkaian pemutaran film, diskusi, workshop, hingga sesi berbagi pengalaman bersama pelaku industri, 5th Ciputra Film Festival (CFF) 2026 resmi ditutup melalui malam Awarding and Closing Ceremony yang digelar di Universitas Ciputra Surabaya, Sabtu (6/6/2026).
Festival yang memasuki penyelenggaraan tahun kelima ini menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data “5th CFF in Numbers”, festival berhasil menghimpun 280 karya film dari 35 negara, membuktikan bahwa ajang ini semakin mendapat perhatian komunitas perfilman internasional.
Tak hanya itu, CFF juga sukses menarik sekitar 4.010 penonton, melibatkan 179 proyek film mahasiswa, serta melahirkan 87 pembuat film baru yang berpotensi menjadi generasi penerus industri kreatif nasional. Selama festival berlangsung, panitia menghadirkan 8 sesi workshop dan expert session, 16 talkshow serta diskusi, dan 16 program pemutaran film yang menjadi ruang belajar sekaligus bertukar gagasan bagi para peserta.
Adapun salah satu agenda yang paling dinanti pada hari terakhir adalah Project Hunt Pitching Competition, sebuah kompetisi presentasi ide film yang mempertemukan sineas muda dengan para praktisi industri. Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memamerkan kreativitas, tetapi juga belajar bagaimana mengemas sebuah gagasan menjadi proyek yang layak diproduksi.
Senior Director Ciputra Group, Sutoto, mengapresiasi keberanian dan kreativitas para peserta yang tampil dalam sesi pitching tersebut.
Menurutnya, setiap presenter mampu menghadirkan sudut pandang yang berbeda dengan ide-ide segar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi karya sinematik.
Ia juga menilai Ciputra Film Festival dapat memainkan peran lebih besar dalam membangun ekosistem perfilman nasional. Salah satunya dengan memperluas kolaborasi bersama sponsor, produser, hingga pelaku industri yang memiliki ketertarikan mengembangkan film pendek maupun mencari talenta baru untuk proyek layar lebar.
“Dengan semakin banyak pihak industri yang terlibat, para pembuat film muda akan memiliki jenjang karier yang lebih jelas untuk berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, sutradara Wregas Bhanuteja membagikan pandangannya mengenai proses kreatif dalam membuat film. Ia menilai karya terbaik lahir dari kedekatan emosional pembuatnya terhadap cerita yang diangkat.
Menurutnya, sineas muda sebaiknya memilih tema yang benar-benar dipahami dan memiliki hubungan personal sehingga emosi yang dibangun dalam cerita terasa autentik.
Baginya, film merupakan medium yang menyampaikan perjalanan perasaan manusia. Ketika pembuat film mampu merasakan kesedihan, kemarahan, ketakutan, maupun cinta yang dialami tokohnya, karakter yang dibangun akan terasa lebih hidup dan memiliki kedalaman emosional.
Wregas juga mengingatkan bahwa keterbatasan alat produksi bukanlah hambatan utama dalam berkarya. Kamera sederhana, pencahayaan alami, serta lokasi yang terbatas tetap dapat menghasilkan film berkualitas apabila didukung naskah dan cerita yang kuat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mengemas cerita. Teknologi hanyalah alat, sedangkan kekuatan utama sebuah film tetap berada pada narasi dan emosinya,” ungkapnya.
Selain aspek artistik, Wregas menekankan pentingnya kemampuan manajemen dan perencanaan bisnis bagi sineas muda yang ingin bertahan dalam industri film.
Ia menjelaskan bahwa setiap proyek produksi harus disertai perhitungan matang mengenai potensi pemasukan dari berbagai sumber, mulai dari penayangan di bioskop, platform digital, sponsor, hingga pendanaan dari lembaga tertentu.
Dengan riset yang komprehensif dan perencanaan anggaran yang realistis, sebuah produksi memiliki peluang lebih besar untuk berkelanjutan dan memberikan keuntungan.
Menurutnya, diskusi bersama komunitas, pelaku industri, maupun focus group discussion menjadi bagian penting dalam menyusun strategi produksi agar sebuah film tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang kompetisi film pendek dari berbagai kategori, mulai dari dokumenter, fiksi, animasi, hingga kategori pelajar. Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti ruangan ketika nama-nama pemenang diumumkan di hadapan peserta dan tamu undangan. (fyi/kun)






