Surabaya (beritajatim.com) – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan edukasi tentang penyakit asam urat di Pondok Pesantren Al Hikam, Bangkalan, Madura.
Penyakit asam urat kini menjadi perhatian serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 840 per 100 ribu penduduk. Berdasarkan data, sekitar 32 persen penderitanya berusia di bawah 34 tahun, dan 68 persen lainnya berusia di atas 34 tahun.
Menurut dr Choirotussanijjah MSi, dosen FK Unusa, asam urat merupakan peradangan sendi akibat tingginya kadar asam urat dalam tubuh, yang dapat membatasi aktivitas penderitanya.
“Gejala asam urat biasanya meliputi nyeri, pembengkakan, kemerahan, bahkan benjolan pada sendi,” jelasnya di Surabaya, Rabu (30/10/2024).
Ia menerangkan, faktor risiko asam urat terbagi menjadi dua, yaitu faktor yang tidak bisa diubah dan bisa diubah. Tidak bisa diubah misalnya usia dan genetika.
“Faktor yang bisa diubah, termasuk obesitas, pola makan, dan kondisi medis seperti diabetes dan hipertensi. Kadar normal asam urat adalah di bawah 6,0 mg/dL untuk wanita dan 7,0 mg/dL untuk pria,” terangnya.
Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat dari FK Unusa mengadakan penyuluhan kesehatan bertema “Diet Seimbang dalam Pencegahan Komplikasi Gouty Arthritis” di Pondok Pesantren Al Hikam, Bangkalan.
Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat di kalangan generasi muda. Penyuluhan meliputi sesi edukasi, tanya jawab, dan pemeriksaan kesehatan, yang dihadiri oleh para santri dan santriwati.
Dalam kegiatan ini, kata Choirotussanijjah, pencegahan asam urat yang disarankan meliputi olahraga rutin, hidrasi yang cukup, pengendalian berat badan, dan penghindaran makanan tinggi purin, seperti kerang, jeroan, dan daging bebek. “Meskipun beberapa makanan tersebut bernutrisi, penting untuk menjaga keseimbangan gizi,” ungkapnya.
FK Unusa berkomitmen untuk terus mendukung kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pengabdian yang berkelanjutan, demi terbentuknya komunitas yang lebih sadar akan kesehatan. [ipl/kun]






