Jombang (beritajatim.com) – Tiga Caleg (calon legislatif) asal Kabupaten Jombang dari partai berbeda berpeluang menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Jawa Timur. Ketiga mendulang suara signifikan dalam Pileg (Pemilu Legislatif) yang dihelat 14 Februari 2024.
Tiga caleg yang sama-sama berangkat dari dapil (daerah pemilihan) Jatim 10 itu Ahmad Athoillah dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Gus Aik, panggilan akrab Ahmad Athoillah, adalah caleg petahana. Dia menduduki jabatan anggota DPRD Jatim 2019-2024.
Gus Aik merupakan keturunan ‘darah biru’ dari PPMM (Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif)
Denanyar Jombang. Saat Pilpres (Pemilihan Presiden) kemarin, Gus Aik dipercaya sebagai Kapten Timda (Tim Daerah) pasangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar).
Berdasarkan pantauan beritajatim.com di laman resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id pada Senin (26/2/2024) pukul 06.30 WIB perolehan suara Gus Aik melonjak tajam. Melalui sirekap (sistem informasi dan rekapitulasi) PKB di dapil Jatim 10 mendapatkan 225.150 suara atau 18,93 persen.
Data tersebut diperbarui pada 26 Februari 2024 dengan progres 7.037 dari 7.560 TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau sekitar 93.08 persen. Perolehan suara PKB yang tinggi itu disumbang oleh Gus Aik sebesar 78.807 suara. Dia berada di urutan pertama di antara 8 caleg PKB.
Kemudian caleg lain yang dipredikasi lolos ke DPRD Jatim adalah Farid Kurniawan Aditama dari Partai Gerindra. Farid adalah wajah baru di lanskap politik Jombang. Pria asal Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang ini bergabung di Partai Gerindra belum genap tiga tahun.
Namun perolehan suara Farid sangat signifikan. Dari total perolehan Partai Gerindra 206.359 di dapil Jatim 10, Farid mendulang 76.738 suara. Raihan suara tersebut paling tinggi dari 8 caleg Gerindra yang bertarung.
Tentu saja, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kabupaten Jombang ini berpotensi melenggang mulus ke DPRD Jatim yang berada di Jl Indrapura Surabaya.
Caleg ketiga dari Jombang yang berpeluang lolos ke DPRD Jatim adalah Wiwin Sumrambah dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Wiwin merupakan caleg wajah baru di dapil Jatim 10. Dia baru mengikuti kontestasi Pileg pada 2024 ini.
Namun lagi-lagi, perolehan suara istri mantan Wabup (Wakil Bupati) Jombang ini juga signifikan. Masih berdasarkan sirekap, Wiwin mampu mendulang 67.540 suara. Sedangkan perolehan total PDIP di dapil ini adalah 160.200 suara.
Petahana Megap-megap
Selain munculnya sejumlah caleg asal Jombang yang berpotensi menjadi anggota DPRD Jombang, Pileg 2024 juga menjadi pil pahit bagi caleg petahana. Karena perolehan suara mereka kurang bisa bersaing di antara caleg lain.
Sebut saja Rachmawati Peni Sutantri, caleg petahana nomor urut 4 dari PDIP. Berdasarkan data yang dilansir melalui sirekap KPU, pemilik salah satu radio swasta di Jombang ini hanya mendapatkan 5.636 suara.
Untuk diketahui, Peni menjabat sebagai anggota DPRD Jatim melalui mekanisme PAW (Pergantian Antar Waktu). Dia menggantikan SW Nugroho, anggota komisi B DPRD Jatim yang meninggal pada Desember 2022.
Peni kemudian dilantik menggantikan rekannya itu pada Juni 2023. Namun untuk selanjutnya, Peni terancam angkat koper dari DPRD Jatim. Karena perolehan suara caleg petahana ini kurang signifikan dalam Pemilu 14 Februari 2024 kemarin.
Hal serupa juga dialami oleh caleg petahana dari PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Achmad Silahuddin. Putra dari mantan Bupati Jombang Mundjidah Wahab ini mendapatkan 35.848 suara. Sedangkan perolehan total PPP sebesar 56.127 suara.
Memang, caleg nomor urut 1 ini meraih suara terbanyak dari sesama rekan separtainya. Hanya saja, suara PPP secara keseluruhan relatif minim. Sehingga petahana dua periode ini juga terancam angkat kaki dari Jl Indrapura.
Penghitungan Suara Belum Final
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
Saat ini pengitungan sudah selesai di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Rencananya, penghitungan di tingkat kabupaten dilakukan pada Kamis 29 Februari 2024 di KPU Jombang.
“Memang, laman resmi KPU menampilkan penghitungan sementara. Penghitungan tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi). Yakni, diambil melalui foto kemudian diubah menjadi angka,” ujarnya. [suf]






