Sampang (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sampang, menggelar Seminar Kebangsaan dengan mengusung tema ‘ Tahun 2045 Indonesia Emas, atau Indonesia Cemas’.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi kritis bagi kader muda GMNI Sampang, Dmisioner, Cabang serta Persatuan Alumni, untuk mengkaji peluang serta tantangan bangsa dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Seminar yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Bung Prima Dwi Dzaldi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bung Mohammad Kelvin dan Ketua KPU Sampang Bung Aliyanto yang berlangsung di Aula KPU Sampang, Minggu (19/7/2026)
Ketua Pelaksana acara menyampaikan bahwa wacana ingin mengadakan seminar bertemakan 2045 ini sudah lama menjadi angan-angan. Mengingat Indonesia hari ini penuh problem terkait adanya Program Pemerintah Pusat yang dibangga-banggakan.
“MBG dan Kopdes Merah Putih menjadi perbincangan serius hari ini. Banyak masarakat yang masih penuh pro kontra dengan adanya program itu sendiri, sehingga kami ingin lebih mengkaji bagaimana kondisi Indonesia kedepan yang katanya akan menuju Indonesia Emas di 2045,” kata Bung Yudi dalam Sambutannya.

Sementara Ketua DPC GMNI Sampang Bung Saifi dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat merupakan refleksi terhadap kondisi bangsa saat ini.
Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya dengan optimisme semata, tetapi harus dibarengi dengan kesiapan generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“Indonesia Emas 2045 adalah harapan bersama. Namun, di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa, soal program Presiden RI terkait MBG dan Kopdes Merah Putih yang penuh pro kontra, mahasiswa harus mampu menjadi motor perubahan sekaligus memberikan gagasan yang konstruktif agar cita-cita tersebut tidak berubah menjadi Indonesia Cemas,” ujarnya.
Terlihat, diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pandangan kritis dari peserta. Beragam gagasan yang muncul diharapkan mampu menjadi rekomendasi bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan masa depan generasi muda. [sar/but]






