Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran Bank Jakarta Samator EnviRUNment 3.0 tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelari cepat, melainkan juga panggung aksi nyata bagi kelestarian lingkungan kota. Volume ketiga dari ajang lari tahunan ini sukses menyedot perhatian ribuan pegiat olahraga, termasuk mereka yang rela datang jauh-jauh dari luar kota demi merasakan sensasi rute baru di kawasan The Samator Superblock, Minggu (19/7/2026).
Salah satu daya tarik yang paling mencuri perhatian tahun ini adalah diperkenalkannya kategori Plogging Run, atau konsep berlari santai sembari memungut sampah di sepanjang perlintasan.
Kehadiran kategori baru ini diakui langsung oleh Sidiq (41), pelari asal Kediri yang telah setia mengikuti event ini selama tiga tahun berturut-turut. Pada edisi kali ini, Sidiq sukses menembus garis finish dengan catatan waktu impresif 46 menit 37 detik dan keluar sebagai potential winner di urutan keenam.
”Saya sudah rutin ikut event ini tiap tahun. Alhamdulillah tahun ini dapat potential winner keenam. Tapi yang paling unik tahun ini adalah antusiasme di rute lari. Tadi saya sempat dengar ada peserta kategori 5K yang sambil lari berhasil mengantongi sampai 7 kilogram sampah. Itu luar biasa,” ujar Sidiq kepada beritajatim.com.
Aksi berburu sampah tersebut dibenarkan oleh Ika (26), salah satu peserta asal Surabaya yang memilih kategori Plogging Run. Membawa kantong ramah lingkungan sejak garis start, Ika mengaku terkejut dengan kesadaran kolektif para peserta.
”Awalnya mikir bakal canggung lari sambil bawa kantong sampah. Ternyata seru banget karena dilakukan bareng-bareng. Sepanjang rute kami saling berlomba memungut botol plastik dan kemasan bekas. Ini pengalaman baru yang bikin capeknya lari enggak terasa karena ada misi lingkungan yang konkret,” ungkap Ika.
Selain misi lingkungan melalui sampah, daya tarik penataan hilir air di kawasan penataan Sungai Jagir juga menjadi magnet tersendiri bagi pelari luar daerah. Alfi, seorang pelari asal Malang, mengaku sengaja bertolak ke Surabaya demi mencicipi atmosfer segar di sekitar bantaran sungai yang tengah direvitalisasi oleh Samator Group tersebut. Sebagai pendatang baru di Samator Run, Alfi melempar pujian tinggi terhadap kesiapan panitia.
“Mulai dari pengambilan race pack, konsep acara, special show dari Fabio Asher, sampai cheering team di sepanjang jalan, semuanya terkonsep rapi. Kalau tahun depan ada lagi, saya pasti ingin ikut lagi,” kata Alfi.
Wakil Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Imelda Mulyani Harsono, menjelaskan bahwa sustainability bukan sekadar kampanye seremonial sesaat, melainkan bagian dari cetak biru strategi dan budaya perusahaan. Harapannya, setiap peserta pulang membawa kesadaran kolektif untuk perubahan ekologi kota.
Kemeriahan ajang Bank Jakarta Samator
“Perayaan 50 tahun Samator ini menjadi momen penting. Sekarang yang ketiga, kita kembali ke The Samator Superblock yang merupakan rumah bagi Samator. Kami ingin mengundang masyarakat kembali ke kawasan yang terus kami kembangkan sebagai ruang hidup sehat dan ruang publik yang nyaman,” kata Imelda Harsono saat ditemui di lokasi acara, Minggu (19/7/2026).
Lebih lanjut, Imelda memaparkan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan ajang lari tahun ini tidak sekadar berfokus pada capaian kompetisi atau catatan waktu para pelari di garis akhir. Melalui tema besar Run with Purpose, Samator ingin menanamkan pemahaman mendalam bagi publik bahwa setiap langkah kaki yang diayunkan memiliki dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.
Salah satu implementasi konkret dari komitmen keberlanjutan tersebut ditunjukkan melalui kelanjutan proyek infrastruktur hijau di sekitar hilir koridor air Surabaya, yakni program revitalisasi Sungai Jagir.
”Kita selesaikan tahap kedua dari Jagir ini. Setelah merampungkan tahap pertama pada tahun 2025 sepanjang 200 meter, kini kita lanjutkan pembangunan tahap kedua sepanjang 575 meter, sehingga total pengerjaan penataan bantaran sungai tersebut mencapai 775 meter,” tutur Imelda.
Imelda Mulyani Harsono menjelaskan bahwa sustainability bukan sekadar kampanye seremonial sesaat, melainkan bagian dari cetak biru strategi dan budaya perusahaan. Harapannya, setiap peserta pulang membawa kesadaran kolektif untuk perubahan ekologi kota.
Kemeriahan ajang Bank Jakarta Samator
EnviRUNment 3.0 ini ditutup dengan penampilan panggung dari solois kenamaan tanah air, Fabio Asher. Penyanyi kelahiran tahun 1998 tersebut mengaku takjub dengan atmosfer kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh ribuan pelari Kota Pahlawan. Fabio turut mengapresiasi inovasi plogging yang diterapkan oleh Samator.
”Konsep acara ini menjadi contoh yang sangat baik buat teman-teman semua yang ingin memulai hidup sehat. Ini komparasi yang luar biasa dan berbeda dari ajang lari lain karena ada aksi nyata menjaga kebersihan lewat plogging. Setahu saya belum ada konsep sekreatif ini sebelumnya, jadi ini terobosan yang luar biasa banget,” aku pelantun lagu Bertahan Terluka tersebut.
Fabio Asher, penyanyi kelahiran tahun 1998 tersebut mengaku takjub dengan atmosfer kepedulian lingkungan yang ditunjukkan oleh ribuan pelari Kota Pahlawan. Fabio turut mengapresiasi inovasi plogging yang diterapkan oleh Samator.
”Konsep acara ini menjadi contoh yang sangat baik buat teman-teman semua yang ingin memulai hidup sehat. Ini komparasi yang luar biasa dan berbeda dari ajang lari lain karena ada aksi nyata menjaga kebersihan lewat plogging. Setahu saya belum ada konsep sekreatif ini sebelumnya, jadi ini terobosan yang luar biasa banget,” ujar pelantun lagu Bertahan Terluka tersebut dalam keterangan. (dan/but)






