Surabaya (beritajatim.com) – Peta persaingan industri perhotelan di kota metropolitan seperti Surabaya kini tak lagi sekadar beradu megahnya fasilitas atau tingginya gedung.
Tren bisnis perhotelan modern mulai bergeser ke meja makan sebagai strategi utama dalam mengunci kesetiaan pelanggan untuk jangka panjang.
Merespons dinamika pasar tersebut, Vasa Hotel Surabaya mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program Vasa Membership. Program loyalitas ini dirancang untuk menjadikan sektor kuliner (food and beverage) sebagai pintu masuk utama dalam membangun relasi yang berkelanjutan dengan para tamu.
Gaya hidup masyarakat urban Surabaya yang gemar bersosialisasi dimanfaatkan untuk mendongkrak frekuensi kunjungan.
Memaksimalkan enam gerai kuliner unggulan—seperti konsep all-you-can-eat di 209 Dining, rodizio daging khas Brasil di Chamas, sajian otentik di Nagano dan Xiang Fu Hai, hingga suasana santai di Voda Bistro dan Joe Milano—pihak hotel fokus menghadirkan pengalaman gaya hidup harian.
General Manager Vasa Hotel Surabaya, Eko Setiawan Winarto, menjelaskan bahwa pendekatan ini didukung oleh logika ekonomi yang terstruktur melalui sistem keanggotaan bertingkat (tiering system).
“Jadi logika ekonomi di balik jenjang keanggotaan sistem tiering Silver, Gold, hingga Platinum—menjadi mesin penggerak dari skema ini. Tingkat Awal Silver Dibuka dengan biaya pendaftaran terjangkau Rp489.000 net untuk menjaring sebanyak mungkin basis data tamu baru. Tingkat Lanjutan Gold & Platinum menaikkan kelas anggota berdasarkan ambang batas transaksi kuliner Rp 5 juta hingga Rp15 juta dalam 12 bulan,” ungkap Eko Setiawan, Selasa (27/10/2026).
Skema transaksi bertingkat ini secara halus mendorong perilaku konsumsi berulang. Para pelanggan terdorong mengumpulkan akumulasi nilai transaksi demi mengejar diskon yang lebih besar dan status keanggotaan yang lebih eksklusif.
Langkah yang diambil hotel bintang lima di kawasan Surabaya Barat ini menegaskan transformasi bisnis akomodasi. Di tengah ketatnya persaingan pasar, mempertahankan loyalitas pelanggan lama melalui pengalaman rasa dan gaya hidup terbukti menjadi strategi yang jauh lebih efisien dibandingkan sekadar berburu tamu baru. (ted)






