Ringkasan Berita
- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meluncurkan program English Day dan Dinten Jawi di SMPN 6 Kota Kediri, Selasa (27/10/2026).
- English Day membiasakan siswa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sedangkan Dinten Jawi mendorong penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar.
- Program direncanakan diterapkan di sekolah dasar dan menengah pertama, baik negeri maupun swasta, dengan penyesuaian kesiapan masing-masing sekolah.
- SMPN 6 Kota Kediri juga menjalankan pembiasaan kosakata bahasa Inggris dan lomba English Battle untuk meningkatkan keberanian siswa berbicara.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri mulai memperkuat kemampuan komunikasi siswa melalui pembiasaan berbahasa Inggris sekaligus pelestarian bahasa Jawa di lingkungan sekolah. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meluncurkan program English Day dan Dinten Jawi, sekaligus menandai dimulainya pembelajaran Spot English Massive di SMPN 6 Kota Kediri, Selasa (27/10/2026).
Program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompetitif tanpa meninggalkan bahasa dan budaya daerah. Melalui pembiasaan di sekolah, siswa diharapkan lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris serta tetap memahami tata krama berbahasa Jawa.
“Jangan takut berbicara, menyampaikan pendapat, maupun berkomunikasi dengan orang lain,” kata Mbak Wali. Kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki bekal menghadapi lingkungan yang semakin terbuka, termasuk ketika berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai negara.
Menurutnya, perkembangan zaman menuntut anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan komunikasi yang baik. Karena itu, penguatan bahasa perlu dilakukan sejak dini melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian siswa.
English Day dan Dinten Jawi Diterapkan di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan peluncuran program tersebut menjadi salah satu upaya mendukung proses pembelajaran siswa, khususnya jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Ia menjelaskan, penguasaan bahasa Inggris dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. Namun, kemampuan bahasa asing tidak boleh membuat siswa melupakan bahasa dan budaya sendiri.
“Untuk bahasa Inggris, bagaimana anak-anak kita nanti bisa terbantu. Generasi sekarang perlu dipersiapkan lebih awal untuk menghadapi persaingan global,” ujar Mandung.
Di sisi lain, program Dinten Jawi menjadi sarana untuk menjaga penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Pemerintah berharap siswa tidak hanya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa asing, tetapi juga memahami bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Berdasarkan rencana pelaksanaan, English Day dijadwalkan setiap Rabu, sedangkan Dinten Jawi berlangsung setiap Kamis. Penerapannya ditujukan bagi sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing lembaga pendidikan.
Mandung berharap sekolah dapat segera mempersiapkan pelaksanaan program tersebut setelah peluncuran.
SMPN 6 Kediri Biasakan Hafalan Kosakata dan English Battle
Kepala SMPN 6 Kota Kediri Budi Pramono mengatakan keberhasilan meningkatkan keterampilan berbahasa membutuhkan pembiasaan yang konsisten. Karena itu, sekolah tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun kebiasaan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
SMPN 6 memiliki program Sepina English Habit yang telah berjalan beberapa bulan. Dalam program tersebut, siswa dibiasakan menghafal 10 kosakata bahasa Inggris setiap pagi pada Selasa dan Rabu, kemudian menyetorkan hafalannya pada Kamis.
Sekolah juga mengadakan English Battle setiap akhir bulan. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk perlombaan untuk mendorong siswa menggunakan bahasa Inggris secara lebih aktif. Kelas yang menunjukkan hasil terbaik akan mendapatkan apresiasi dari sekolah.
“Harapan kami, program English Day ini bisa lebih memotivasi anak-anak untuk berani berbicara menggunakan bahasa Inggris,” kata Budi.
Untuk mendukung program tersebut, para guru juga mengikuti pembelajaran bahasa Inggris setiap Senin setelah kegiatan belajar mengajar. Pelatihan dilakukan secara internal dengan tutor dari guru bahasa Inggris SMPN 6, sementara wali kelas dipersiapkan untuk mendampingi pembiasaan bahasa siswa.
Budi menambahkan, program Dinten Jawi sejalan dengan karakter SMPN 6 sebagai sekolah pelestari budaya. Melalui pembiasaan berbahasa Jawa yang baik dan benar, sekolah ingin membangun kesantunan, tata krama, dan budi pekerti siswa.
Menurut pengamatannya, masih banyak siswa yang belum terbiasa menggunakan bahasa Jawa sesuai unggah-ungguh. Ia memperkirakan hampir 50 persen siswa belum mampu menggunakan bahasa Jawa dengan benar.
Karena itu, pembiasaan setiap Kamis diharapkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung melalui interaksi dengan teman, guru, pimpinan sekolah, maupun tenaga kependidikan.
SMPN 6 Kota Kediri saat ini memiliki sekitar 1.240 siswa. Sekolah berharap pembiasaan bahasa Inggris dan bahasa Jawa dapat berjalan berdampingan tanpa saling menggantikan.
Siswa Sambut Positif Pembiasaan Bahasa Inggris
Salah satu siswa kelas VIII A SMPN 6 Kota Kediri, Adnan Gading Tri Pratama, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, pembiasaan berbahasa Inggris dapat membantu siswa memperluas kemampuan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, siswa mendapatkan kalimat atau kosakata untuk dihafalkan, kemudian mengikuti perlombaan yang menjadi sarana mempraktikkan hasil belajar.
“Menurut saya, program One Day Bahasa Inggris ini sangat bagus untuk siswa-siswi agar lebih belajar dan memperluas penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Adnan.
Ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam belajar bahasa Inggris. Menurutnya, keberhasilan belajar juga dipengaruhi metode pembelajaran yang digunakan.
Adnan juga menyatakan mampu menggunakan bahasa Jawa dengan baik. Ia berharap kedua program tersebut dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus mempertahankan identitas budaya daerah.
Spot English Massive Menjangkau SD dan SMP
Selain peluncuran English Day dan Dinten Jawi, pembelajaran Spot English Massive juga mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan siswa untuk belajar dan membiasakan penggunaan bahasa Inggris.
Sejumlah sekolah dasar yang disebut menjadi lokasi program meliputi SDN Tamanan, SDN Burengan, SDN Gayam 2, dan SDN Mojoroto 3. Pada jenjang SMP, program tersebut menyasar SMPN 1 hingga SMPN 9 Kota Kediri.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Kediri mendorong pembelajaran bahasa yang tidak berhenti pada penguasaan teori. Siswa diharapkan memiliki keberanian untuk berbicara, mampu menyampaikan gagasan, dan terbiasa berinteraksi dalam situasi sehari-hari.
Di saat yang sama, pembiasaan bahasa Jawa diharapkan menjaga kesinambungan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, kemampuan berbahasa asing dan pelestarian bahasa daerah dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang kompetitif, percaya diri, dan tetap berakar pada budaya sendiri. [nm/kun]






