Banyuwangi (beritajatim.com) – Perhelatan kolosal Gandrung Sewu 2026 mengukir sejarah baru. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012 silam, festival tari tahunan ini untuk pertama kalinya digelar pada malam hari di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026) malam.
Tak hanya itu, ajang tahun ke-14 ini juga menjadi yang pertama di Indonesia yang menyajikan pertunjukan drone fireworks dengan memadukan seni tari tradisional dan teknologi pertunjukan berkonsep glow in the dark.
Inovasi tontonan ini mendapat dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, membeberkan bahwa ide pertunjukan malam hari muncul saat pihaknya melakukan peninjauan (site visit) di lokasi acara.
“Ini luar biasa, karena pertama kali diadakan di malam hari dan berkonsep glow in the dark. Drone fireworks ini juga yang pertama kali di Indonesia. Kita ingin menarasikan Banyuwangi di mata Indonesia dan dunia,” ujar Maya Watono, Selasa (27/10/2026).
Maya memastikan InJourney siap memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan Gandrung Sewu di tahun-tahun mendatang melalui program InJourney Peduli Budaya.
Lautan Penonton Padati Venue hingga Artis Rela Jalan Kaki
Sajian konsep anyar Gandrung Sewu 2026 menyedot antusiasme luar biasa. Puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah memadati Pantai Marina Boom sejak siang hari.
Tingginya antusiasme penonton memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Bahkan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama tamu undangan dan pengisi acara seperti Kunto Aji serta grup musik Project Pop harus rela berjalan kaki menuju panggung utama.
Selain puluhan ribu penonton di lokasi, gelaran ini juga disaksikan oleh sekitar 200 ribu penonton secara langsung melalui kanal YouTube resmi Pemkab Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.
“Terima kasih kepada InJourney, Pelindo, para penari, pelatih, seniman, budayawan, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan Gandrung Sewu ini,” kata Ipuk.
Ipuk juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang tidak sempat masuk ke arena utama akibat kapasitas lokasi yang telah dipenuhi puluhan ribu pengunjung.
“Antusiasme yang begitu tinggi ini menjadi bahan evaluasi kami agar penyelenggaraan ke depan bisa lebih baik lagi. Sekali lagi kami mohon maaf kepada warga yang belum bisa menyaksikan langsung di lokasi,” pungkas Ipuk. [alr/but]






