Ringkasan Berita:
- Adelle Jewellery memperkenalkan The Woven Collection sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-13 dengan mengangkat inspirasi anyaman rotan Indonesia.
- Pengembangan koleksi melibatkan riset bersama 50 pengrajin anyaman rotan lokal serta kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan workshop rotan Long Story Short.
- Setiap perhiasan dalam koleksi ini membutuhkan proses pengerjaan hingga 960 jam untuk menerjemahkan karakter anyaman ke dalam desain perhiasan yang presisi dan elegan.
- Perayaan bertema The Art of Jewellery digelar melalui roadshow di sejumlah kota, dengan puncak acara di Jakarta pada 14 November 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Adelle Jewellery mengangkat kekayaan kerajinan tradisional Indonesia ke panggung perhiasan kelas atas melalui The Woven Collection. Diluncurkan dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-13, koleksi ini memadukan inspirasi anyaman rotan, natural diamond, dan desain perhiasan kontemporer. Pengembangannya melibatkan riset panjang bersama 50 pengrajin anyaman rotan lokal di Indonesia.
Koleksi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian perayaan Adelle Jewellery di The Westin Surabaya, Senin (26/10/2026). Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI serta workshop rotan Long Story Short, Adelle Jewellery berupaya membawa potensi rotan Indonesia yang belum banyak disorot ke industri perhiasan kelas atas.
Keterlibatan pengrajin tidak berhenti pada tahap riset. Para perajin juga dilibatkan secara langsung dalam rangkaian acara dan pembuatan karya terbatas, salah satunya Adelle Woven Clutch.
R&D Manager Adelle Jewellery, Melissa Surya, mengatakan filosofi rotan dinilai selaras dengan natural diamond. Keduanya berasal dari alam dan membutuhkan kesabaran ekstra dalam proses pengolahannya. Inspirasi dari kerajinan tangan tradisional itu kemudian diterjemahkan menjadi inovasi desain perhiasan dengan tingkat kerumitan tinggi.
“The Woven merupakan salah satu koleksi dengan tingkat kompleksitas tertinggi yang pernah kami kerjakan. Tantangannya adalah menerjemahkan karakter anyaman rotan ke dalam struktur jewellery yang tetap presisi, elegan, dan nyaman dikenakan, dengan setiap piece membutuhkan proses hingga 960 jam.” ungkap Melissa Surya, Senin (26/10/2026).
Menurut Melissa, upaya memadukan kerajinan tangan daerah dengan perhiasan modern menjadi dorongan bagi pengembangan ekonomi kreatif lokal. Kolaborasi tersebut juga menjadi jembatan agar warisan budaya tradisional tetap relevan, mendapat apresiasi, dan memiliki daya saing di pasar perhiasan global.
The Woven Collection menjadi salah satu wujud penerjemahan karakter anyaman rotan ke dalam desain perhiasan kontemporer. Kompleksitas pengerjaannya menuntut ketelitian untuk mempertahankan karakter visual anyaman sekaligus memastikan perhiasan tetap presisi, elegan, dan nyaman dikenakan.
Dalam pengembangannya, Adelle Jewellery berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI dan Nine Square untuk memadukan kekayaan alam Indonesia, keterampilan kerajinan rotan, serta desain perhiasan modern. Long Story Short, sebagai pelaku kerajinan rotan Indonesia, turut berperan dalam menerjemahkan karakter rotan ke dalam keseluruhan pengalaman acara.
“Jadi rotan yang digunakan dipilih dengan pendekatan yang lebih sustainable, sekaligus diaplikasikan dalam elemen dekorasi acara, keterlibatan pengrajin secara langsung pada hari pelaksanaan, serta pembuatan limited edition Adelle Woven Clutch,” ujarnya.
The Woven Collection juga mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI sebagai bentuk pengembangan keterampilan kerajinan Indonesia ke dalam karya fine jewellery melalui pendekatan yang lebih modern.
Apresiasi tersebut disertai harapan agar Adelle Jewellery terus berinovasi, memperluas kolaborasi dengan para pelaku kreatif, serta membuka lebih banyak ruang bagi karya Indonesia untuk dikenal dan diapresiasi secara luas. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi merek lokal lainnya untuk membawa potensi Indonesia ke panggung yang lebih besar.
Dalam perayaan 13 tahun perjalanannya, Adelle Jewellery mengusung tema The Art of Jewellery. Tema tersebut merefleksikan pandangan bahwa perhiasan bukan sekadar aksesori untuk dikenakan, melainkan juga karya seni yang memiliki cerita dan makna di baliknya.
Rangkaian perayaan ulang tahun Adelle Jewellery digelar melalui roadshow di sejumlah kota besar di Indonesia. Perjalanan dimulai di Bandung pada 3 Oktober 2026, dilanjutkan ke Palembang pada 16 Oktober 2026 dan Surabaya pada 24 Oktober 2026. Selanjutnya, rangkaian acara dijadwalkan berlangsung di Medan pada 31 Oktober 2026 sebelum mencapai puncaknya di Jakarta pada 14 November 2026.
Mengusung konsep immersive gala dinner, perayaan anniversary Adelle Jewellery, khususnya di Jakarta, dirancang sebagai pengalaman yang memanjakan indera bagi para pelanggan VIP. Para tamu akan diajak menyelami cerita The Woven Collection melalui perpaduan peragaan busana oleh Adelle Jewellery dan Julianto, pertunjukan visual, serta penampilan khusus sejumlah musisi ternama.
Keisya Levronka dan Anggi Marito dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara tersebut, sedangkan Rossa akan menjadi penampil utama pada puncak perayaan di Jakarta.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, Adelle Jewellery juga menghadirkan penghargaan Top Spender. Penghargaan tersebut disertai pengalaman mewah di berbagai destinasi Asia, mulai dari menginap secara eksklusif di hotel bintang lima hingga perjalanan mewah yang dikurasi di sejumlah destinasi pilihan. [way/beq]






