Surabaya (beritajatim.com) — Natal tahun ini menjadi momen yang tak biasa bagi winger Persebaya Surabaya, Gali Freitas.
Tanpa libur kompetisi dan di tengah padatnya agenda tim, pemain asal Timor Leste itu harus merayakan Natal jauh dari kampung halaman dan keluarga besarnya.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Gali menjalani Hari Raya Natal bukan di tengah kehangatan keluarga di Timor Leste, melainkan di Surabaya. Meski begitu, kehadiran sang istri yang menemaninya di Kota Pahlawan menjadi penguat emosional tersendiri.
“Ini baru pertama kali saya merasakan Natal jauh dari keluarga. Tapi saya merasa beruntung,” ujar Gali dengan nada tenang, Kamis (25/12/2025)
Bagi Gali, Natal biasanya identik dengan kebersamaan keluarga besar. Di Timor Leste, perayaan Natal menjadi momen sakral dan penuh tradisi, mengingat mayoritas masyarakatnya memeluk agama Katolik.
Namun tuntutan profesionalisme sebagai pesepak bola membuatnya harus beradaptasi dengan situasi baru.
Natal kali ini pun dirayakan dalam suasana yang berbeda. Aktivitas latihan dan persiapan pertandingan tetap berjalan seperti biasa. Kendati berada di lingkungan tim yang memiliki latar belakang agama beragam, kebersamaan dan saling menghormati tetap terjaga.
“Kita tahu merayakan Natal juga bersama pemain, walaupun beda agama juga banyak. Tapi kita tetap harus fokus bekerja untuk sepak bola,” tegasnya.
Tak adanya libur Natal menjadi konsekuensi yang harus diterima seluruh pemain Persebaya. Jadwal kompetisi yang padat membuat Gali dan rekan-rekannya tetap menjalani rutinitas tim secara profesional, tanpa mengurangi makna perayaan Natal itu sendiri.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Gali selalu menyempatkan diri pulang ke Timor Leste demi berkumpul bersama keluarga.
Namun musim ini berbeda. Ia memilih tetap tinggal di Surabaya dan menempatkan tanggung jawab sebagai pemain profesional di atas segalanya.
“Biasanya saya selalu pulang ke Timor Leste dan merayakan Natal bersama keluarga. Saat ini waktu juga tidak ada untuk liburan Natal. Jadwal latihan dan pertandingan sangat mepet, tapi kita tetap fokus ke depannya,” tandasnya.
Natal di Surabaya mungkin tak semeriah di kampung halaman, namun bagi Gali Freitas, momen ini menjadi simbol kedewasaan, pengorbanan, dan komitmen penuh untuk Persebaya Surabaya. Sebuah cerita sederhana tentang profesionalisme dan makna keluarga yang tetap hidup, meski dirayakan jauh dari rumah. (ted)






