Surabaya (beritajatim.com) – Momen penuh haru menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, seusai laga Persebaya melawan PSIS Semarang, Minggu (19/7/2026).
Di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita, diputar video singkat yang mengenang perjuangan mendiang Andie Peci dalam mengembalikan Persebaya Surabaya ke kompetisi sepak bola nasional.
Pemain Persebaya, Rahmad Irianto, mengaku tersentuh dengan tayangan tersebut. Ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Andie Peci, tokoh legendaris Bonek yang menjadi salah satu motor perjuangan ketika Persebaya sempat tidak diakui federasi.
“Saya kurang paham detail perjuangannya saat itu, tetapi saya sangat berterima kasih kepada Mas Andie Peci yang sudah memperjuangkan semua ini demi Persebaya bisa kembali bergulir di Liga Indonesia,” ujar Rahmad usai pertandingan.
Rahmad menuturkan, setelah Persebaya kembali mendapatkan pengakuan resmi, gelombang dukungan Bonek kembali memenuhi stadion. Ia pun mengenang momen saat mulai rutin hadir memberikan dukungan pada musim 2017, ketika Bajol Ijo memulai perjuangan dari Liga 2.
“Setelah Persebaya diakui lagi, baru saya datang mendukung Persebaya di tahun 2017 tersebut,” kenangnya.
Persebaya kemudian menorehkan perjalanan impresif dengan menjuarai Liga 2 2017 dan memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Hingga kini, Bajol Ijo tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Liga 1.
Bagi Rahmad, keberhasilan tersebut tidak lepas dari perjuangan panjang para pendukung, termasuk mendiang Andie Peci yang selama bertahun-tahun memperjuangkan pengakuan Persebaya.
“Sampai sekarang, akhirnya Persebaya bisa kembali ke Liga 1, itu sangat saya syukuri. Sekali lagi terima kasih Mas Andie Peci, semoga yang terbaik di atas sana,” tutupnya. (way/ted)






