Pacitan (beritajatim.com) – Sebuah bendungan penahan air (dam) di Dusun Tulakan, Desa Mlati, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, dilaporkan ambrol pada Minggu (6/7/2025) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa itu terjadi tanpa adanya hujan atau bencana alam yang mendahului.
Kapolsek Arjosari, IPDA Ferry Ardyanto, menjelaskan bahwa bagian bangunan yang runtuh sepanjang sekitar 100 meter dengan tinggi 10 meter. Bendungan tersebut diketahui sudah dibangun sejak tahun 1995.
“Diduga karena usia konstruksi yang sudah cukup tua, struktur bangunan tidak mampu lagi menahan tekanan air,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar dan diperkirakan mengakibatkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Warga setempat sempat mendengar suara runtuhan keras dari arah dam sebelum melapor ke perangkat desa dan kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Arjosari bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Polisi telah memasang garis pengaman di sekitar area dam dan mendokumentasikan kerusakan untuk proses pendataan lebih lanjut.
“Kerusakan fisik cukup signifikan. Kami masih melakukan penghitungan nilai kerugian bersama BPBD,” imbuh Ferry.
Untuk sementara, akses jalan setapak di sekitar lokasi kejadian ditutup demi keselamatan warga. Selain itu, aliran air menuju lahan pertanian warga juga diprediksi akan terganggu.
Kapolsek Arjosari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika terjadi hujan deras. “Kami minta warga tetap berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kerusakan lanjutan,” pungkasnya. (tri/but)






