Penanganan tengkes atau stunting di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinilai kurang maksimal. Bupati Hendy Siswanto diminta tetap berkonsentrasi pada pencapaian target dalam bidang kesehatan sebagaimana dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
KUMPULAN BERITA stunting Jember
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menurunkan angka prevalensi stunting atau tengkes dinilai Komisi D DPRD sebagai sesuatu yang wajar. Keberhasilan itu berkat orkestrasi kerja sama semua elemen.
Bupati Hendy Siswanto menerbitkan surat edaran untuk bergotong royong memberantas stunting atau tengkes yang melibatkan rukun tetangga dan rukun warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Turunnya angka prevalensi stunting atau tengkes di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditanggapi biasa saja oleh Bupati Hendy Siswanto. Ia menilai angka tengkes di Jember masih tinggi.
DP3AK Jatim mencatat, perkawinan anak seringkali diikuti oleh kehamilan pada usia yang masih sangat muda. Kehamilan pada usia muda dapat meningkatkan risiko stunting, karena tubuh remaja belum sepenuhnya matang dan mungkin tidak siap untuk menanggung beban kehamilan.
Pemerintah Kabupaten Jember berhasil menurunkan angka stunting atau tengkes, sehingga tidak lagi nomor satu di Jawa Timur. Bahkan posisi Jember masih lebih baik daripada Kabupaten Lumajang yang bertetangga.
Di hadapan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Hendy Siswanto, Ma’ruf Amin meminta bantuan untuk program penanganan tengkes (stunting) tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan pemberian bantuan oleh pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan penurunan angka tengkes (stunting) pada 2024. Salah satu upaya adalah dengan menyalurkan 12 kilogram telur ayam masing-masing untuk 200 keluarga membutuhkan.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember memanfaatkan tulang ikan untuk mencegah stunting atau tengkes di kalangan masyarakat pesisir Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam program Gubuk Pemuda.
Mahasiswa Universitas Jember memperkenalkan puding kelor dan sejumlah makanan olahan berbahan baku daun kelor untuk mencegah stunting (tengkes) kepada masyarakat Desa Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur.









