Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menargetkan penurunan angka tengkes (stunting) pada 2024. Salah satu upaya adalah dengan menyalurkan 12 kilogram telur ayam masing-masing untuk 200 keluarga membutuhkan.
“Kami masih menghadapi problem tumbuh kembang stunting sebanyak 6,7 persen. Tentu ini harus kita tekan. Kami punya semangat menekan stunting hingga satu persen pada 2024,” kata Bupati Hendy Siswanto, di Balai Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jumat (24/11/2023).
Menurut Hendy, upaya ini tidak bisa hanya ditangani satu atau dua organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Peternakan Ketahanan Pangan Jember saat ini membagikan telur ayam gratis. “Harapannya telur ini dikonsumsi 200 keluarga di tiga desa. Harapannya ini bisa berkesinambungan dengan program OPD lain dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS),” katanya.
“Para warga yang sudah mendapatkan batuan telur ini, harap digunakan sebaik mungkin jangan sampai dijual atau semacamnya, lebih baik di konsumsi sendiri karena ini bisa mencegah balita mengalami stunting” ujar Hendy saat memberikan sambutan kepada warga.
Pemberian 12 kilogram telur untuk masing-masing keluarga tersebut dilakukan dalam tiga tahap. Setiap tahap dibagikan empat kilogram per keluarga. “Tidak mungkin langsung 12 kilogram dibagikan semua. Telur tidak bisa tahan lama. Harus punya lemari es untuk menyimpan. Kalau tidak punya?” kata Hendy.
Pembaguan telur bukan satu-satunya program. Hendy mengatakan, ada program-program lain dari OPD lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), dan rumah sakit. “Ada juga program CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan),” katanya. [wir]






