Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menerbitkan surat edaran untuk bergotong royong memberantas stunting atau tengkes yang melibatkan rukun tetangga dan rukun warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami akan mengeluarkan surat edaran untuk RT, RW, dan guru-guru ngaji yang mendapatkan anggaran dari Pemkab Jember setiap tahun agar punya kepedulian terhadap lingkungan masing-masing,” kata Hendy, ditulis Rabu (29/5/2024).
Hendy meminta mereka untuk mengingatkan dan mengantarkan para ibu hamil ke posyandu. Tidak sering diingatkan, para ibu hamil sering melewatkan program tambahan asupan gizi dan bulan timbang. “RT dan RW punya kewajiban mengantarkan. Itu bagian report RT dan RW terhadap lingkungannya,” katanya.
Selama ini dalam APBD Jember sudah dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan program-program penanganan stunting. “Cuma harus tepat sasaran. Jangan sampai kami berikan asupan gizi tapi tidak dimakan,” kata Hendy.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Pemkab Jember termasuk dalam 20 kabupaten dan kota yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 34,9 persen menjadi 29,7 persen. Penurunan ini membuat Jember berada di peringkat keempat prevalensi stunting tertinggi, setelah pada 2022 menduduki peringkat pertama.
Hendy mengatakan, masyarakat luas melihat angka stunting masih besar. “Ini kurang menarik. Kami sangat serius menangani stunting. Tapi kenyataannya hari ini kepedulian terhadap stunting hanya ada pada kami yang memang bertugas untuk itu,” katanya. [wir]






