Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyentil besaran gaji Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi dan membandingkannya dengan tugas serta fingsinya selama ini.
KUMPULAN BERITA RS Daerah dr. Soebandi
I Nyoman Semita, Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Daerah dr, Soebandi, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pusing. Pengembangan rumah sakit membutuhkan tambahan ratusan pegawai baru tanpa melanggar regulasi kepegawaian.
Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, Jumat (27/2/2026). Direktur RSD dr. Soebandi Nyoman Semita mengakui adanya sejumlah persoalan di rumah sakit tersebut.
Komisi D DPRD Kabupaten Jember menyoroti sistem manajemen informasi Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi yang berstatus rumah sakit ripe B pendidikan dan menjadi rujukan di Jawa Timur bagian timur.
Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengkritik keras relokasi layanan poliklinik eksekutif di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi, dalam rapat dengar pendapat, Kamis (12/2/2026).
Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp 31 miliar. Komisi D DPRD Jember mempertanyakan pengelolaan silpa tersebut.
Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk menyediakan susu formula bagi kurang lebih 500 bayi dan balita yang mengalami tengkes atau stunting di Kecamatan Tanggul dan Jombang.
Manajemen Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Kabupaten Jember, Jawa Timur, disarankan belajar banyak ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak Kabupaten Tulungagung.
Layanan cuci darah atau hemodialisis di Rumah Sakit dr. Soebandi di Kabupaten Jember tidak ideal sebagai rumah sakit rujukan di Jawa Timur bagian timur.
Gubernur telah menetapkan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi di Kabupaten Jember sebagai rumah sakit rujukan Jawa Timur bagian timur pada 2015. Namun ternyata Pemerintah Provinsi Jatim belum pernah mengucurkan anggaran lebih untuk pengembangan rumah sakit.








