Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan mencairkan insentif untuk 21.467 guru ngaji, Kamis (28/11/2024), sehari setelah coblosan pemilihan kepala daerah. Bank Jatim memastikan tidak ada persoalan dalam proses selama ini.
KUMPULAN BERITA insentif guru ngaji Jember
Bupati Hendy Siswanto bergerak cepat. Hari pertama masuk kantor setelah cuti kampanye, Senin (25/11/2024), ia langsung menuju kantor Bank Jatim untuk memastikan realisasi insentif 21.467 guru ngaji di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, geram karena Pejabat Sementara Bupati Imam Hidayat dan Sekretaris Daerah Hadi Sasmito tidak mencairkan bantuan sosial dan insentif guru ngaji untuk rakyat Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Tidak direalisasikannya bantuan sosial dan insentif guru ngaji menjadi topik curahan hati (curhat) warga saat bertemu Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (31/10./2024).
Sebelumnya, pada 20 September 2024, Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman sudah berkoordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bank Jatim soal insentif ini. Saat itu sudah diketahui bahwa pengurusan rekening di Bank Jatim selesai pada 14 Oktober 2024, sehingga insentif guru ngaji bisa direalisasikan pertengahan Oktober ini.
Baru Fraksi PDI Perjuangan yang terang-terangan menolak penundaan realisasi insentif guru ngaji dan bantuan sosial berbasis kemasyarakatan lainnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan alasan pemilihan kepala daerah.
Pejabat Sementara Bupati Imam Hidayat menunda realisasi bantuan sosial dan hibah, termasuk insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kepastian ini ditegaskan Sekretaris Daerah Hadi Sasmito.
Menepis isu politis yang diarahkan terhadap pemerintah daerah, Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman alias Gus Firjaun langsung turun tangan mengatasi kendala pencairan insentif guru ngaji di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ahmad Musoddaq, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini tengah sakit keras dan mengajukan cuti tiga bulan. Hal ini tidak akan mengganggu realisasi insentif guru ngaji.
“APBD ini harus kita maksimalkan untuk berputar di dalam. Kami akan memberikan insentif tambahan bagi masyarakat Jember yang memang membantu program pemerintah, seperti RT-RW, kader posyandu, sopir ambulans, GTT-PTT, guru ngaji. Semua (insentif) akan kami naikkan,” katanya, Sabtu (14/9/2024).









