Ringkasan Berita
Mas Dhito memotivasi siswa baru SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School agar fokus belajar dan mengejar beasiswa kuliah.
Sebanyak 100 siswa diterima pada angkatan ke-4 dari total 298 pendaftar.
Pemerintah Kabupaten Kediri menyediakan pendidikan dan asrama gratis bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 4.
Kisah Arfa asal Desa Satak menjadi bukti program ini membuka peluang pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu hingga bercita-cita masuk perguruan tinggi.
Kediri (beritajatim.com) – SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School kembali menerima siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memanfaatkan momen penyambutan angkatan ke-4 untuk memberikan motivasi agar para siswa fokus belajar dan mempersiapkan diri meraih beasiswa hingga ke perguruan tinggi.
Dalam pertemuan bersama siswa baru, pada Kamis (23/7/2026), Mas Dhito membuka sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang muncul menunjukkan tingginya semangat para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurut Mas Dhito, kesempatan memperoleh beasiswa terbuka bagi siapa saja yang memiliki prestasi dan memenuhi persyaratan. Karena itu, ia meminta seluruh siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin.
“Beberapa pertanyaan anak-anak apakah akan mendapatkan beasiswa kalau masuk perguruan tinggi. Persoalan beasiswa itu seleksi alam. Prinsipnya hari ini saya minta kepada anak-anak untuk fokus belajar,” kata Mas Dhito.
Ia menjelaskan, beasiswa bukan sesuatu yang hanya ditunggu, melainkan harus diperjuangkan. Sumber beasiswa juga beragam, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kediri, perguruan tinggi, hingga berbagai lembaga dan instansi lainnya.
Mas Dhito memastikan siswa yang berprestasi dan memenuhi kriteria memiliki peluang besar memperoleh bantuan pendidikan. Karena itu, ia berharap seluruh siswa terus meningkatkan kemampuan akademik agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bupati Kediri juga menegaskan akan terus mengawal perkembangan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Ia berharap capaian angkatan pertama yang mayoritas berhasil diterima di perguruan tinggi dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh angkatan berikutnya.
“Harapannya angkatan ke-2, ke-3 dan ke-4 yang baru masuk ini bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai oleh angkatan pertama atau lebih,” ungkapnya.
Mas Dhito menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga desil 1 hingga desil 4 untuk memperoleh pendidikan dan tinggal di asrama secara gratis.
Program tersebut menjadi harapan baru bagi banyak keluarga. Salah satunya Arfa, siswa asal Desa Satak, Kecamatan Puncu, yang sebelumnya mengaku hampir mengubur impian melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Bahkan, ia sempat mencari kayu bakar untuk dijual demi membantu perekonomian keluarga.
“Saya sebenarnya pingin sekolah, belum pingin bekerja. Akhirnya dapat informasi sekolah gratis terus mencoba daftar,” akunya.
Kini Arfa bersyukur berhasil diterima sebagai siswa angkatan ke-4 SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Bersama teman-temannya, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sebagai jalan meraih masa depan yang lebih baik. [ADV PKP/nm/but]





