Surabaya (beritajatim.com) – Kemacetan yang kerap menghantui warga Surabaya Barat akan segera menemui titik terang. Komisi C DPRD Surabaya telah menyetujui anggaran ratusan miliar rupiah untuk mengatasi permasalahan ini.
Berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan jalan baru, akan digarap secara bertahap.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati menyebut pada tahun 2025 pihaknya telah menyetujui sebesar Rp83 miliar untuk melakukan pembebasan lahan di kawasan Babatan Unesa (Simpang Jalan Babatan Menganti – Raya Lidah Menganti).
“Warga Surabaya Barat harap tenang, karena fokus infrastruktur kota untuk pembebasan lahan sudah dianggarkan senilai Rp83 miliar untuk mengatasi kemacetan di kawasan Wiyung tepatnya Jalan Babatan Unesa,” ujar politisi PKS ini, Jumat (9/8/2024).
Sedangkan pada 2024 ini, kata Aning, pembangunan jalan radial road akan diselesaikan. Sejauh ini, satu sisi sudah rampung dibangun. Kemudian berlanjut pengerjaan segmen kedua.
Proyek senilai ratusan miliar ini bakal membentang mulai dari ruas jalan di sekitar area G-Walk hingga ke ruas Jalan Yono Suwoyo.
“Yang radial road pengerjaan 2024 sudah selesai dibangun satu sisi, lahan juga sudah dibebaskan untuk yang sisi satunya,” jelas Aning.
Selain itu, Jalan Lidah Wetan, Jalan Raya Lontar, dan Jalan Citraland via kampus Unesa turut diintervensi pada 2024-2025 dengan melakukan pembangunan fisik jalan, juga pembebasan lahan di sekitar kawasan tersebut.
“Kita harap pengerjaan dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat tidak lagi resah terhadap titik-titik macet di Surabaya Barat,” pungkas dia.[ADV]






