Malang (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi di depan gedung Mapolresta Malang Kota semakin mencekam pada Jumat, (29/8/2025) malam. Massa solidaritas untuk Affan Kurniawan yakni seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang meninggal dunia dilindas mobil rantis Brimob semakin malam jumlahnya semakin bertambah.
Mereka yang murka dengan kebrutalan polisi dalam penanganan demonstrasi di Jakarta hingga berujung tewasnya Affan terus melempari Mako Polresta Malang Kota dengan sejumlah benda tumpul, petasan dan benda lainnya.
Bahkan suasana Mako Polresta Malang Kota yang biasanya menyala dengan lampu kini tampak gelap. Tidak diketahui pasti apakah sengaja dimatikan atau ada gangguan arus listrik.
“Polisi pembunuh,” pekik para demonstran.
Selain itu tembok bangunan Mako Polresta Malang Kota juga dicoret-coret oleh demonstran. Mulai ACAB (All Cops Are Bastards) yang berarti ‘Semua Polisi adalah Bajingan’. 1312, polisi pembunuh dan lain sebagainya.
Selain soal solidaritas untuk Affan. Massa juga meneriakan keadilan bagi 135 korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.
“135 itu bukan angka, 135 itu korban jiwa. Arek-arek Malang kalian tak sendiri,” teriak para demonstran. (luc/ian)






