Surabaya (beritajatim.com) – Warga dan juga tamu hotel di sekitar rekreasi hiburan umum [RHU] di Jalan Kombes Pol M Duryat, Surabaya, mengeluhkan polusi suara bising akibat aktivitas musik RHU hingga larut malam, Selasa (29/10/24).
Salah seorang warga yang mengeluh adalah Yati, warga Embong Blimbing. Kata dia, alunan musik terlalu kencang dari RHU setiap malam mengakibatkan dia susah tidur. Tetapi selama ini ia diamkan.
“Dikatakan tidak bisa tidur ya tidak bisa. Karena suaranya bising sangat keras dari Valhalla,” kata Yati, Selasa.
Yati bercerita sebelum ada RHU di lingkungannya itu kehidupan mapam warga tenang – tenang saja. Dan saat akan ada pendirian RHU sebagian warga diundang rapat, dan warga menyetujuinya.
“Dalam rapat bersama warga, kata pihak Valhalla suaranya tidak sampai terdengar keras seperti ini, peredamnya ditata agar tidak terdengar,” ujarnya.
Selain itu, Yati juga menjelaskan bahwa penghuni rumah warga paling terkena dampak parah ada di RT02 RW08, sebab lokasinya paling dekat dengan RHU.
“Katanya Ketua RT 02 sudah mendatangi pihak Valhalla, tapi hasilnya tidak sesuai (yang dirasa warga masih sama),” imbuh Yati.
Masih di lokasi yang sama, Tatik yang merupakan warga RT 02 juga mengaku mendengar suara keras dari RHU mulai malam hingga pagi. Namun dia mengaku tidak terganggu dengan suara keras itu.
“Iya saya mendengar suara bising, tapi saya tidak terganggu,” kata dia singkat.
Sementara itu, Ketua RW08 Tomy membenarkan adanya suara bising dari RHU tersebut. Dan ada beberapa warga yang mengeluh termasuk tamu hotel. Kendati demikian, dia maupun manajemen hotel tidak mempermasalahkan dan telah diskusi baik baik.
“Memang saya akui, ada dua RT dari RW 08 yang ingin memanfaatkan kebisingan suara dari Valhalla. Mereka ini ingin mendapatkan uang dari Valhalla untuk kepentingan pribadi,” terang Tomy.
Padahal, lanjut Tomy, pihak RHU maupun Hotel di sini sudah memberikan peluang bagi warga kami. Mulai dari penyerapan tenaga kerja 70 persen, serta rutin setiap bulannya memberikan patungan keamanan.
“Hampir 70 persen warga diperbolehkan kerja di klub malam (RHU) itu, namun kebanyakan warga saya tidak ada yang mau dengan alasan beragam pula,” jelas Ketua RW itu.
Terpisah, seorang manageman RHU saat ditemui mengaku tidak bisa memberikan penjelasan soal bisingnya suara yang dikeluhkan warga tersebut. Pihaknya menjelaskan, akan pengelola berwenang yang memberi tanggapan atas hal ini.
“Silahkan mencatat dulu nama dan nomor HP. Ini nanyi biar pihak manageman pengelola yang akan menghubungi,” kata pria muda yang enggan menyebutkan namanya. [ram/aje]






