Surabaya (beritajatim.com) – Warga Manyar Sabrangan Surabaya mengeluhkan lambatnya respons pemerintah kota dalam memenuhi permintaan fasilitas publik yang telah diajukan sejak bertahun- tahun, seperti kaca cembung jalan, CCTV dan terop, pada Senin (21/10).
Hal itu diungkapkan oleh Sudarji, Ketua RT 02 RW 05 Manyar Sabrangan. Kata dia, pengajuan sudah dilakukan ketika forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) bersama kelurahan setempat.
“Pengajuan ini sudah sering dilakukan, mulai dari kursi, terop, kaca cembung jalan dan CCTV, lewat dana kelurahan (dakel) hingga pokok pikiran (pokir) dewan. Namun hingga sekarang ini belum terealisasi,” jelas Sudarji kepada beritajatim.com.
Sudarji mengaku resah, lantaran seiring molornya bantuan fasilitas yang dibutuhkan di kampungnya banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seperti maraknya aksi pencurian dan pembobolan rumah
“Kemarin disampaikan alasan pengajuan bantuan ini bisa tertunda karena muncul prioritas pembangunan gorong gorong,” ungkap bapak dua anak itu.
Namun, Sudarji bilang, permohonan bantuan lain selain CCTV itu sebenarnya tidak terlalu mendesak. Dia berharap betul untuk ketersediaan CCTV, karena untuk meminimalisir aksi pencurian serta menjamin supaya warganya merasa aman.
“Kami butuhkan betul CCTV ini, sebab baru bulan Oktober 2024 ini sudah ada kejadian pembobolan rumah uang Rp5 juta raib. Lalu kemudian tiga HP, dan aksi pencurian di panti asuhan; 4 tabung gas elpigi serta 2 sepeda angin hilang,” papar Sudarji.
“Maka dari itu kami butuh CCTV, agar tahu siapa pelakunya dan memberikan efek jera,” tandasnya. [ram/ian]






