Madiun (beritajatim.com) – Menjelang tutup tahun 2025, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun berada dalam kondisi aman setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah kios resmi, termasuk di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kamis (13/11/2025). Pemantauan ini menjadi bagian dari pengawasan intensif perusahaan untuk memastikan ketersediaan pupuk tetap terjaga pada periode krusial menghadapi musim tanam.
Assistant Account Executive PT Pupuk Indonesia wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Danang Priansyah, menjelaskan melalui sambungan telefon bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan rantai distribusi berjalan tanpa hambatan.
“Kami cek terus stok di tingkat Penerima Pada Titik Serah (PPTS). Tujuannya memastikan ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga,” jelasnya, Selasa (18/11/2025).
Ia juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia sedang memperbarui data penerima pupuk subsidi dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2026 agar penyaluran tidak meleset dari sasaran.
“Kami melakukan pembaruan data RDKK 2026 supaya daftar penerimanya akurat. Dengan data yang bersih, distribusi pupuk bisa tepat sasaran dan tak menimbulkan persoalan di lapangan,” tambahnya.
Data perusahaan mencatat penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Madiun pada 2025 telah mencapai 80 persen dari total 77.125 petani, dengan distribusi melalui 92 titik PPTS yang tersebar di seluruh kecamatan. Danang menyebut pengawasan distribusi tahun ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
“Harapannya, setelah harga turun, petani bisa lebih optimal dalam pemupukan tanpa khawatir soal ketersediaan,” ucapnya.
Respon positif juga disampaikan oleh penyalur pupuk bersubsidi di Desa Klorogan, Arif Kurniawan, yang menilai penurunan harga sangat membantu petani dalam menekan biaya usaha tani. “Dengan harga turun, petani lebih tenang. Beban mereka untuk pemupukan jadi lebih ringan,” kata Arif.
Ia memastikan stok di kiosnya dalam kondisi melimpah menghadapi musim tanam. “Urea, Phonska, sampai pupuk organik, semuanya aman. Stok kami lebih dari tujuh ton,” ujarnya.
Meskipun penyaluran tetap mengacu pada data RDKK, Arif menegaskan pelayanan tetap fleksibel. “Petani yang butuh satu atau dua karung tetap kami layani, asalkan nama mereka terdaftar di RDKK,” terangnya.
Arif berharap dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus berlanjut tidak hanya pada penurunan harga, tetapi juga pada kemudahan mekanisme penebusan pupuk dan stabilitas pasokan. “Kami berharap pupuk selalu tersedia, mekanisme penebusan makin mudah, dan petani bisa bekerja tanpa hambatan agar hasil panen terus meningkat,” pungkasnya. [rbr/beq]






