Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak dilakukan guna memantau harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok dan penting.
Sidak digelar di Pasar Tanjung Anyar serta sejumlah toko modern seperti Sanrio dan Superindo. Sidak dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, jajaran OPD terkait, unsur TNI-Polri, BPOM, serta Satgas Pangan Polres Mojokerto Kota.
Peninjauan diawali di Pasar Tanjung Anyar sebagai pasar induk di Kota Mojokerto. Pemantauan difokuskan pada ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pokok. Berdasarkan hasil pengecekan sementara, stok dinilai aman dan distribusi berjalan lancar.
“Kalau pasokan jelas dan distribusi aman, maka harga juga relatif terkendali. Selama tidak ada gangguan distribusi antarwilayah dari daerah produsen ke Kota Mojokerto, insyaallah ketersediaan tetap aman,” ungkap Ning Ita, sapaan akran Wali Kota, Rabu (4/3/2026).
Dari hasil pengecekan di Pasar Tanjung Anyar, harga sejumlah komoditas terpantau sebagai berikut: cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram, cabai keriting Rp30.000 per kilogram, cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, bawang putih Rp33.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, wortel Rp13.000 per kilogram.
Daging sapi Rp140.000 per kilogram, ayam potong Rp38.000 per kilogram, beras premium Rp13.400 per kilogram, serta beras medium Rp12.000 per kilogram. Selain pasar tradisional, rombongan juga melakukan pengecekan di toko modern untuk memastikan kesesuaian harga, ketersediaan stok, serta keamanan produk yang beredar di masyarakat.
Secara umum, hasil sidak menunjukkan bahwa stok kebutuhan pokok di Kota Mojokerto dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2026. Pemkot Mojokerto pun berkomitmen terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah potensi penimbunan barang. [tin/suf]






